kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Mata Uang Digital (CBDC) Dinilai Tidak akan Gantikan Uang Fiat


Selasa, 12 Juli 2022 / 18:42 WIB
ILUSTRASI. Keberadaan mata uang digital tidak akan menggantikan mata uang fiat.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. International Monetary Fund (IMF) menilai keberadaan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) tidak akan menggantikan mata uang fiat.  

Division Chief in the Monetary and Capital Markets Department IMF Tommaso Mancini Griffoli mengatakan, CBDC mempunyai potensi dan risiko yang besar, sehingga tidak memungkinkan sepenuhnya mengganti mata uang fiat. 

“Jadi saya rasa kita tidak akan tiba dimana kita hanya memiliki CBDC. Saya tidak berpikir bahwa kita akan melakukannya,” tutur Tommaso dalam agenda Side Event G20: Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery-Digital Currency di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/7).

Baca Juga: Bank Indonesia: Mata Uang Digital Penting Bagi Sistem Keuangan di Masa Depan

Dia mengatakan, CBDC ke depan dinilai akan lebih menarik bagi masyarakat karena aman dan  mudah disimpan sebagai uang digital. Sehingga saat diperkenalkan, CBDC bisa mengurangi komposisi dari mata uang fiat yang ada saat ini.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Ryan Rizaldy mengatakan, implementasi CBDC nantinya tidak akan menghilangkan mata uang fiat. Justru menurutnya, adanya CBDC bisa menambah opsi pembayaran lain di kalangan masyarakat.

“Misalnya dengan pembayaran elektronik sekarang, apakah uang kertas hilang? Enggak juga,” jelasnya.

Ia mengatakan, tujuan dari adanya mata uang digital ini justru untuk mengikuti perkembangan zaman. Sehingga masyarakat Indonesia bisa berinteraksi dengan berbagai macam situasi dan kondisi terkini.

“Prinsip yang kita pegang juga masalah konsistensi, hidupnya masyarakat Indonesia itu bisa bertransaksi dalam berbagai macam situasi, jadi banyak pilihan,” imbuhnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×