kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Masuk DPR, Titiek akan hidupkan program Soeharto


Selasa, 06 Mei 2014 / 22:30 WIB
ILUSTRASI. Tengok Kurs Dollar-Rupiah Bank Mandiri Hari Ini Selasa, 13 Desember 2022./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/06/10/2022.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Lolos ke Senayan menjadi anggota DPR membuat Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto mempersiapkan program-program kerja. Salah satu yang akan digagas nantinya adalah pernah dilakukan oleh Presiden kedua RI Soeharto.

"Program-program yang berhasil dikerjakan pak Harto dulu, kenapa sih tidak dikerjakan lagi? Kan tidak usah nyoba-nyoba yang baru lagi," ujar Titiek di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (6/5) malam.

Program-program yang pernah dilakukan Soeharto pada menurut Titiek Soeharto banyak yang terbilang sukses dan mensejahterakan petani. Karena itu, kata Titiek program-program sang ayah, akan kembali dilakukan saat dirinya duduk sebagai anggota DPR RI memperjuangkan hidup para petani di Indonesia.

Di antara program-program yang pernah dikerjakan Presiden Soeharto yang akan diusung Titiek adalah subsidi dan pengadaan serta ketersediaan pupuk yang cukup buat petani. Ia juga akan menghidupkan kembali Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) petani dan nelayan.

Selain itu, Titiek juga akan mendorong lebih banyak lagi kelompok-kelompok pembinaan petani dan nelayan. Juga memperbanyak peran dan jumlah para penyuluh lapangan bagi petani di Indonesia.

Anak keempat Presiden Soeharto ini juga mengatakan keprihatinannya terhadap bidang pertanian, menurut dia, saat ini makin marak barang impor di segala lini terutama bahan pangan. "Impor bahan pangan itu sangat memprihatinkan," ucapnya. (Srihandriatmo Malau)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×