kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Masih ada catatan, disiplin jadi kunci keselamatan sekolah tatap muka


Selasa, 06 April 2021 / 09:00 WIB


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

Dihubungi terpisah, Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany mengamini, pembelajaran tatap muka masih memiliki risiko penularan covid-19 yang tinggi. Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan harus diterapkan secara konsisten.

Namun yang menjadi tantangan, bagaimana memastikan anak-anak usia dini seperti TK atau SD bisa benar-benar menaati protokol kesehatan saat sekolah berlangsung. Padahal, penyebaran virus bisa kapan saja, termasuk saat anak sedang mengobrol, makan atau bermain.

"Oleh karena itu, persyaratan sekolah aman, hanya bisa dipenuhi oleh guru dan murid yang bisa diajak berdisiplin. Kalau siswa SMA atau SMK, dan perguruan tinggi, Insha Allah bisa," sebut Thabrany.

Baca Juga: Sekolah tatap muka, wajib memberikan perlindungan berlapis untuk anak-anak

Vaksinasi terhadap tenaga pendidikan, hingga ke masyarakat luas termasuk anak-anak sekolah juga harus diperhatikan. Thabrany berpesan, jangan sampai di tengah vaksinasi yang belum merata, kurva penularan covid-19 yang mulai melandai malah kembali menanjak dan masuk ke gelombang berikutnya.

"Apalagi (virus) bisa bermutasi. Jadi harus dijaga itu (protokol kesehatan). Kalau itu bisa diyakinkan, maka silakan (pembelajaran tatap muka). Harus disiplin prokes, itu syarat utama dibukanya sekolah," pungkas Thabrany.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×