kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Masih ada catatan, disiplin jadi kunci keselamatan sekolah tatap muka


Selasa, 06 April 2021 / 09:00 WIB


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana kembali membuka sekolah untuk pembelajaran siswa secara langsung. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kabarnya bakal menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka pada Juli 2021.

Sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta segera melakukan uji coba pembelajaran tatap muka untuk SD, SMP, SMA serta SMK. Kendati begitu, kebijakan tersebut bukan tanpa catatan.

Pengamat Pendidikan Doni Koesoema mengatakan, jika pembelajaran tatap muka jadi diberlakukan maka proses belajar di sekolah tetap harus didesain aman, nyaman dan bermakna bagi siswa.

Pada prinsipnya pembelajaran tatap muka harus dilakukan ketika data objektif kondisi covid-19 sudah benar-benar terkendali dan aman.

Baca Juga: Stok vaksin corona terbatas, Menkes prioritaskan vaksinasi untuk lansia

Minimal, zona sebuah kota atau kabupaten tersebut ada dalam kategori kuning atau hijau. Pergerakan kasus harian covid-19 di daerah tersebut mesti diperhatikan dan jadi pertimbangan utama.

"Kalau pembelajaran tatap muka saat zona covid masih kategori merah dan oranye sangat berisiko bagi keamanan dan keselamatan peserta didik, guru dan tenaga pendidikan," kata Doni kepada Kontan.co.id, Senin (5/4).

Meski ada vaksin bagi tenaga pendidikan, namun hal itu dinilai masih belum menjadi jaminan. Sebab, kekebalan komunitas atau herd immunity baru bisa dikatakan lebih aman jika sudah mencapai 80%.

Oleh sebab itu, langkah yang harus dipastikan adalah penerapan protokol kesehatan yang harus diimplementasikan secara disiplin.

"Kalau 80% penduduk divaksinasi, kondisi ini lebih aman. Kalau belum, penularan bisa terjadi dari orang tua ke siswa dan antar siswa. Untuk Protokol kesehatan, Kemendikbud sudah memiliki daftar periksa, sehingga perlu ditaati," ungkap Doni.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×