kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Masih ada 3 risiko dalam asumsi makro RAPBN 2018


Rabu, 16 Agustus 2017 / 21:16 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan sejumlah asumsi makro yang disampaikan dalam Nota Keuangan RAPBN 2018 ke DPR/MPR, Rabu (16/8). Namun demikian, pemerintah juga mengakui bahwa asumsi-asumsi makro tersebut masih memiliki risiko.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi risiko untuk asumsi makro dalam RAPBN tahun depan. Pertama, apakah pertumbuhan ekonomi global akan tetap kuat, terutama ekonomi kawasan regional.

Sri Mulyani mengatakan, saat ini ekonomi China masih diliputi ketidakpastian. Begitu juga dengan kondisi di Eropa dan Amerika Serikat.

"Jepang yang selama ini telah melakukan reformasi ekonomi namun belum menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sehat," kata Sri Mulyani saat konferensi pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Rabu (16/8).

Kedua, risiko dari harga komoditas yang saat ini diakui Sri Mulyani masih stagnan. Hal ini akan mempengaruhi peneirmaan negara, khususnya penerimaan sumberdaya alam (SDA).

Ketiga, risiko dari dampak perubahan ekonomi negara maju seperti AS, China, atau Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×