Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, orang-orang yang menolak makan bergizi gratis di Papua kemungkinan belum tahu manfaat dari program tersebut.
Meski begitu, Dadan memaklumi mereka yang belum tahu manfaat dari program makan bergizi gratis.
"Nanti yang berhaknya menolak, ya sementara kami maklumi. Dan mungkin belum tahu manfaatnya. Nanti kami secara persuasif dengan pemerintah daerah akan menyampaikan hal-hal terkait makan bergizi," ujar Dadan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Dadan mengatakan, pihaknya akan memenuhi permintaan mereka yang tidak mau diberikan makan gratis.
Dia menyebut, jika memang mereka menolak, maka Badan Gizi Nasional tidak akan memaksa.
Baca Juga: Program MBG Serap Susu Hasil Koperasi
"Tapi kami akan persuasi karena pentingnya untuk generasi mendatang," ucapnya.
"Kami kan sedang mengerjakan tugas membangun SDM yang berkualitas untuk masa depan. Dan ini adalah hak setiap anak di Indonesia untuk mendapatkan makanan yang berkualitas," sambung Dadan.
Diketahui, salah satu penolakan terjadi ketika massa pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, melakukan aksi demonstrasi menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Senin (17/2/2025).
Dari video berdurasi 15 detik yang diterima oleh Kompas.com, terlihat para pelajar ini menduduki jalan raya sepanjang Kantor Gubernur Papua Pegunungan sambil meneriakkan “tolak Makan Bergizi Gratis (MBG)”.
Para pelajar yang melakukan demo damai tolak MBG ini tergabung dari beberapa jenjang, baik SMA/SMK, SMP, maupun SD yang ada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
“Kami siswa-siswi di Provinsi Papua menolak makan bergizi gratis (MBG),” kata Penanggung Jawab Aksi Tolak MBG, Rohex Relembo, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Menurut Rohex, dana sebesar Rp 71 triliun tidak akan berguna bagi siswa-siswi di Tanah Papua jika hanya untuk MBG.
Ia menyampaikan, angka buta huruf dan angka kemiskinan di Tanah Papua menduduki peringkat pertama di Indonesia, dibandingkan dengan provinsi lain.
Selain itu, biaya sekolah mahal dan guru-guru yang tidak mengajar aktif.
“Kami siswa-siswi yang tergabung dalam Aliansi Pelajar Se-Papua Pegunungan menolak MBG dan meminta pendidikan gratis di seluruh Papua,” ujarnya.
Dari beberapa video yang beredar dan diterima Kompas.com, pihak aparat keamanan sempat membubarkan massa yang melakukan aksi demonstrasi tolak MBG, sehingga sempat menyebabkan bentrok antara aparat keamanan dan pihak kepolisian di lapangan.
Baca Juga: Hashim: Tambahan Anggaran MBG hingga Rp 171 Triliun Tumbuhkan Ekonomi 2%
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Makan Bergizi Gratis Ditolak di Papua, Badan Gizi: Belum Tahu Manfaatnya", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2025/02/28/17461881/makan-bergizi-gratis-ditolak-di-papua-badan-gizi-belum-tahu-manfaatnya?source=sorotan.
Selanjutnya: Lakukan Operasi Pasar, Bapanas Pastikan Harga Pangan Terjaga
Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (1/3): Cuaca Berawan Mendominasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News