CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mahfud MD, Menko Polhukam sipil pertama yang gantikan Wiranto dua kali


Kamis, 24 Oktober 2019 / 17:50 WIB
Mahfud MD, Menko Polhukam sipil pertama yang gantikan Wiranto dua kali
Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) berjabat tangan dengan pejabat lama Wiranto saat serah terima jabatan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mahfud MD menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) dalam Kabinet Indonesia Maju, yang Presiden Joko Widodo umumkan dan lantik pada Rabu (23/10).

Rupanya, Mahfud MD menjadi orang sipil pertama yang menjabat Menko Polhukam dalam sepanjang sejarah Republik Indonesia. Hal ini dia sampaikan ketika serah terima jabatan dengan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (23/10).

Tapi, Mahfud MD mengaku, baru mengetahui hal tersebut setelah mendapat pesan dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono sehari sebelum pelantikan.

Baca Juga: Begini penilaian sejumlah pakar terhadap posisi Mahfud MD sebagai Menkopolhukam

"Tadi malam saya dapat pesan dari Jenderal Hendropriyono. Begini bunyinya, Saya sangat bangga Adinda Mahfud MD adalah orang sipil murni pertama yang menjadi Menko Polhukam di dalam sejarah Republik Indonesia," ujarnya mengulang pesan yang ia terima.

"Saya baru tahu tadi malam bahwa saya orang pertama, dari Pak Hendropriyono, bahwa saya orang sipil pertama yang memimpin kementerian ini," kata Mahfud MD.

Sebab, menjadi orang sipil pertama yang menjabat sebagai Menko Polhukam, Mahfud MD sangat bersyukur karena sebelumnya sudah mempunyai bekal menjadi Menteri Pertahanan.

Dalam serah terima jabatan, Mahfud MD menerima buku-buku yang berisi tugas Kemenko Polhukam dari Wiranto dan berjanji akan membaca buku tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD mengaku baru tahu jadi Menko Polhukam sipil pertama

"Saya akan baca ini semua, lalu kita saling mencocokkan ritme ke mana kita melihat pandangan, persepsi, keinginan dan potensi yang Bapak (Wiranto) miliki untuk melakukan tugas dengan apa yang saya pikirkan," ucap dia.

"Setelah mendengar dan membaca, saya kira minggu ini harus selesai sehingga ada gambaran apa. Saya gembira karena pokoknya sudah disampaikan Pak Wiranto. Saya ingat betul karena yang dikatakannya bagus dan pointer-nya sudah disampaikan Pak Jokowi," imbuh Mahfud MD.

Mahfud MD juga berterima kasih kepada Wiranto dan berjanji akan melanjutkan tugas-tugas yang dia tinggalkan.

Dua kali gantikan Wiranto

Mahfud MD mengungkapkan, dirinya telah menggantikan posisi Wiranto sebanyak dua kali, meskipun satu di antaranya tidak secara langsung. Sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) pada 2000-2001, ia menggantikan Juwono Sudarsono yang menjabat 1999-2000.

Mahfud MD tercatat sebagai orang sipil kedua yang menjadi Menhan. Sebelum Juwono, jabatan itu Wiranto pegang. Kali ini, Mahfud menggantikan Wiranto sebagai Menko Polhukam.

Baca Juga: Jadi Menhan di era Gus Dur, kini Mahfud MD ditunjuk jadi Menko Polhukam

"Saya sudah dua kali mengganti posisinya Pak Wiranto. Dulu saya jadi Menhan. Selalu ada kesan yang sangat baik dari tempat kerja, dari orang-orang di mana Pak Wiranto meninggalkan tempat kerjanya," kata Mahfud.

Wiranto sebelumnya menjabat sebagai Menhan pada 1998-1999 pada masa Presiden Soeharto dan BJ Habibie. Sementara Mahfud MD menggantikannya saat Presiden Abdurahman Wahid berkuasa, tepatnya pada 2000-2001.

Mahfud MD pun bercerita tentang bagaimana dirinya menjabat sebagai Menhan seusai Wiranto tinggal. Dia mengatakan, saat itu orang-orang di Kementerian Pertahanan (Kemhan) sangat terkesan dengan Wiranto karena pembawaannya yang sangat mengayomi dan dekat dengan pegawai.

Di Kemhan, Mahfud MD bercerita, ada masjid besar bernama Attaqwa yang Wiranto bangun semasa menjabat.

Baca Juga: Detik-detik pengumuman kabinet, Mahfud MD: Saya nyatakan siap membantu negara

"Kemudian juga bekal-bekal persoalan jelas disampaikan, apa yang harus dilakukan. Tadi saya bicara tidak sampai 1 jam, tapi saya sudah mendapat banyak hal yang menjadi persis apa yang diinginkan oleh Pak Jokowi, pesan kepada saya ketika bertemu dan pidato tadi, apa yang harus saya lakukan sebagai Menko Polhukam," ujar Mahfud MD.

Beberapa permasalahan, misalnya, radikalisasi, pelanggaran HAM, penegakan hukum, merupakan persoalan yang selalu muncul seperti Presiden amanat menjadi tanggungjawab Mahfud MD. "Nah, tadi sudah dijelaskan kepada saya (oleh Wiranto) sampai apa yang sudah dilakukan. Karena tidak pernah dibiarkan terus, tentu akan saya lanjutkan," imbuh dia.

Penulis: Deti Mega Purnamasari

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahfud MD Menko Polhukam Sipil Pertama yang Gantikan Wiranto Dua Kali"

 

 




TERBARU

Close [X]
×