kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Luhut Panjaitan: Pemerintah akan bangun tempat pengolahan sampah RDF di 10 kota


Selasa, 25 Agustus 2020 / 14:31 WIB
Luhut Panjaitan: Pemerintah akan bangun tempat pengolahan sampah RDF di 10 kota
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dan holistik. Yakni melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Luhut mengatakan, saat ini, pemerintah berkomitmen terhadap pengolahan sampah plastik. Kemudian, mendorong penerapan pendekatan perubahan sistem dalam mengurangi sampah plastik serta polusi yang ditimbulkan-nya.

Baca Juga: Bangun pabrik daur ulang plastik, Inocycle Technology (INOV) anggarkan US$ 10 juta

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, pemerintah akan membangun tempat pengolahan sampah dengan sistem refuse derived fuel (RDF) di 10 kota lainnya, setelah sebelumnya telah dibangun di Cilacap, Jawa Tengah.

"Kita menangani sampah misalnya ada program RDF yang di Cilacap. Kita mau bikin RDF seperti itu 10 lagi di kota-kota yang sampahnya di bawah 200 ton per hari," kata Luhut dalam acara Peluncuran Packaging Recovery Organization (PRO), Selasa (25/8).

Hal ini bukan tanpa alasan, karena sampah ini menimbulkan dampak kesehatan, penyakit dan hal lainnya. Luhut mengatakan, pengelolaan dan pengurangan sampah ini perlu sinergi semua pihak mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Baca Juga: Ridwan Kamil blusukan di Situ Cisanti, titik nol Sungai Citarum di akhir pekan

"Upaya bersama antara pemerintah, dunia usaha, industri dan masyarakat secara luas saya harap dapat mendorong terwujudnya target pemerintah mengurangi sampah sampai 30 persen melalui 3R serta penanganan sampah sebesar 70 persen pada tahun 2025," ujar dia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×