kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Luas lahan pertanian Indonesia masih minim


Rabu, 20 September 2017 / 12:07 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID -  Meski Indonesia merupakan negara kepulauan, namun ternyata, luas lahan Indonesia dinilai masih terlalu kecil. Hal itu diungkapkan oleh Siswono Yudo Husodo saat pembukaan Rembug Jagung Nasional 2017 pada Rabu (20/9).

"Kita menghadapi dua masalah besar, luas lahan kecil dan luas lahan per kapita yang juga kecil," ujar Siswono.

Dia menjelaskan, luas lahan di Indonesia saat ini hanya sebesar 7,78 juta hektar (ha). Bila dihitung lahan per kapita, luas lahan di Indonesia hanya sebesar 358,5 meter persegi per kapita.

Akibat dari kecilnya lahan, pertanian di Indonesia tidak bisa berkembang. Bila ada peningkatan produksi jagung, Siswono bilang akan ada penurunan produksi beras. Begitu juga bila produksi tebu naik, maka ada komoditas lain yang dikorbankan seperti jagung.

Petani Indonesia pun dinilai masih banyak yang mengelola lahan kecil. Bahkan ada beberapa petani yang tidak memiliki lahan. "Rata-rata kepemilikan lahan petani Indonesia sebesar 360 meter persegi," terangnya.

Oleh karena itu, Siswono menilai perlu ada perluasan lahan. Dia juga bilang, Indonesia perlu memperbesar program transmigrasi dengan orientasi utama pada perluasan areal pertanian pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×