kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

LSI: Mayoritas Publik Percaya Hasil Real Count yang Diumumkan KPU


Senin, 26 Februari 2024 / 09:50 WIB
LSI: Mayoritas Publik Percaya Hasil Real Count yang Diumumkan KPU
ILUSTRASI. LSI menyebut bahwa sebagian besar publik percaya pada hasil penghitungan suara resmi . ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut bahwa sebagian besar publik percaya pada hasil penghitungan suara resmi atau real count yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal ini merupakan salah satu hasil temuan dalam survei pascapemilu (post-election survey) yang mereka gelar pada 19-21 Februari 2024.

Kepercayaan ini juga timbul termasuk pada kalangan yang mengaku tidak tahu hasil real count KPU.

"Itu 75 persen secara keseluruhan menyatakan hasil real count KPU bisa dipercaya," ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, Minggu (24/2/2024).

"Jadi ini cukup bagus sebetulnya bahwa real count yang dikatakan KPU, yang diumumkan melalui Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) itu masih dipercaya oleh masyarakat," kata dia.

Baca Juga: Penggunaan Hak Angket Pemilu Dinilai Tidak Tepat

Dalam data yang sama, hanya 18,9 persen responden yang mengaku tidak percaya pada real count itu, dan sisa 5,8 persen responden lainnya mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Temuan LSI juga mendapati bahwa pada kalangan yang tak percaya real count KPU, pendukung capres-cawapres nomor urut 1 dan 3, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendominasi dengan jumlah 51,5 dan 30,9 persen.

Sementara itu, dari kalangan yang sama, pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang tak percaya real count disebut hanya mencapai 17,6 persen.

LSI menyebutkan, target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/ponsel. Jumlahnya sekitar 83 persen dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) atau teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Baca Juga: Kemenkeu Sudah Cairkan Anggaran Rp 16,5 Triliun untuk Pemilu

Dengan teknik RDD, sampel sebanyak 1.211 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

LSI mengeklaim wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "LSI: Mayoritas Publik Percaya "Real Count" KPU"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×