kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Likuiditas perekonomian meningkat, ini faktor yang mempengaruhi


Kamis, 25 Maret 2021 / 15:41 WIB
ILUSTRASI. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2021 tercatat Rp 6.810,5 triliun.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2021 tercatat Rp 6.810,5 triliun. Posisi ini meningkat dari bulan Januari 2021 yang sebesar Rp 6.761,0 triliun.

Meski secara nominal meningkat, pertumbuhan M2 pada bulan Februari 2021 tercatat 11,3% yoy, atau lebih rendah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 11,8% yoy.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, pertumbuhan uang beredar pada Februari 2021 dipengaruhi oleh tetap tingginya tagihan bersih kepada pemeirntah pusat, perlambatan aktiva luar negeri bersih, serta penurunan penyaluran kredit.

Lebih rinci, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tercatat Rp 651,7 triliun. INi tumbuh 50,8% yoy atau lebih rendah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 54,8% yoy.

“Perlambatan pertumbuhan tersebut disebabkan oleh peningkatan kewajiban sistem moneter kepada pemeirntah pusat berupa simpanan dalam rupiah,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporannya, Kamis (25/3).

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada Februari 2021 tercatat Rp 1.776,3 triliun atau tumbuh 11,5% yoy, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2021 sebesar 14,9% yoy.

Perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh perlambatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk, terutama berupa kepemilikan surat berharga.

Penyaluran kredit pada Februari 2021 mengalami kontraksi sebesar minus 2,3% yoy, lebih dalam dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar minus 2,1% yoy.

“Penurunan penyaluran kredit disebabkan oleh penurunan penyaluran kredit investasi dan konsumsi,” kata Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×