kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Lifting naik, penerimaan negara tambah Rp 11 T


Senin, 15 September 2014 / 18:54 WIB
Lifting naik, penerimaan negara tambah Rp 11 T
Cermati Saham-Saham yang Banyak Dikoleksi Asing Saat IHSG Melesat Kemarin


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Panitia kerja (panja) Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama dengan pemerintah memutuskan target lifting minyak dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 sebesar 900.000 barel per hari (bph). Sebelumnya dalam nota keuangan, target lifting minyak sebesar 845 ribu bph.

Dengan naiknya target lifting minyak tersebut maka penerimaan negara dari pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bakal naik. Andin Hadiyanto, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengatakan, setiap kenaikan 10.000 bph maka akan menambah penerimaan sebesar Rp 1,8 triliun-Rp 2 triliun. 

"Itu belum ada tambahan dari cost recovery," ujar Andin, Senin (15/9). Sehingga, kalau ada kenaikan target lifting hingga 55.000 bph maka tambahan penerimaannya mencapai kisaran Rp 10 triliun - Rp 11 triliun.

Asal tahu saja, target penerimaan bukan pajak dalam nota keuangan RAPBN 2015 sebesar Rp 388 triliun. Tapi, Andin belum bisa memberi gambaran dampaknya untuk mengurangi defisit. Soalnya, pemangkasan defisit juga akan tergantung dari kebutuhan belanja yang memang belum dibahas dalam panja banggar DPR.

Namun, apabila postur belanja masih sama dan ada optimalisasi dari pajak maka bisa menurunkan defisit anggaran dalam RAPBN 2015 yang sebesar 2,32% dari PDB atau Rp 257,6 triliun. Belanja negara dalam nota keuangan RAPBN 2015 sebesar Rp 2.019,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×