kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Lelang gula perpanjang rantai distribusi


Senin, 08 Januari 2018 / 18:37 WIB
Lelang gula perpanjang rantai distribusi


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang rencananya akan dilakukan tanggal 15 Januari mendatang dinilai memperpanjang rantai distribusi. Sebelumnya industri menilai bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengenai lelang GKR banyak terjadi penyimpangan.

Kementerian Perdagangan (Kemdag) pun sebelumnya mengungkapkan akan membuat Permendag baru terkait pelaksanaan lelang GKR. Namun, industri merasa pemerintah seharusnya membatalkan lelang karena menambah rantai distribusi.

"Pemerintah seharusnya mengawasi bukan menambah rantai distribusi," ujar Koordinator Forum Lintas Asosiasi Industri Pengguna Gula Rafinasi (FLAIPGR), Dwiatmoko Setiono kepada Kontan.co.id, Senin (8/1).

Proses lelang dalam pembelian GKR membuat penambahan rantai distribusi. hal itu dinilai Dwiatmoko sebagai langkah yang tidak efisien.

Dwiatmoko bilang dalam menjalankan tugasnya, pemerintah seharusnya mengawasi pabrik GKR. sementara untuk pembelian gula selama ini sudah melalui sistem kontrak di mana terdapat jumlah pembelian beserta kapasitas produksi sebuah industri.

Bila ingin membuat akses kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM), lelang dinilai bukan cara yang tepat. Dwiatmoko bilang Kemdag dapat menggunakan jaringan yang sudah menyeluruh di Indonesia seperti Perum Bulog.

proses lelang akan membuat pemerintah memerlukan verifikasi tambahan terkait pembelian melalui koperasi atau gabungan IKM. Selain itu, pengiriman serta penyimpanan akan memberatkan IKM.

Sebaran serta keberadaan pabrik produsen GKR pun dinilai belum ideal bagi industri. Dwiatmoko bilang pabrik GKR hanya terdapat di 6 kota.

"Pabrik GKR hanya ada di 6 kota padahal IKM ada di 700 kota dan kabupaten," terangnya.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×