kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Lebaran 2024, Ekonom Indef Proyeksikan Perputaran Uang Capai Rp 235 Triliun


Kamis, 04 April 2024 / 21:15 WIB
Lebaran 2024, Ekonom Indef Proyeksikan Perputaran Uang Capai Rp 235 Triliun
ILUSTRASI. Perputaran uang saat lebaran bisa mencapai Rp 235 triliun.ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wpa.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pada momen libur lebaran tahun ini diprediksi sebanyak 71% jumlah populasi Indonesia atau sekitar 193 juta orang akan melakukan pergerakan baik untuk pulang kampung atau berwisata. 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan, perputaran uang saat mudik lebaran cukup tinggi.

"Pada tahun 2024 jumlah pemudik diperkirakan sekitar 193 juta orang sehingga saya perkirakan perputaran uang mencapai Rp 235 trilliun," ujar Esther kepada Kontan, Kamis (4/4).

Baca Juga: Polri Yakin Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni Saat Mudik Teratasi

Esther mengatakan, efek perputaran uang akan mendongkrak konsumsi rumah tangga. Sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 diperkirakan sekitar 4,8%-5%. Bahkan, karena ada kenaikan konsumsi rumah tangga bisa saja pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5% bisa tercapai.

Menurut Esther, masyarakat sudah terbiasa dengan lebaran dengan suasana lebih meriah. Dimana lebih banyak belanja makanan, baju, hampers, dan lainnya.

"Sehingga dipastikan THR juga akan digunakan untuk meningkatkan konsumsi," ucap Esther.

Lebih lanjut Indef memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 sekitar 4,8%. Faktor utama proyeksi tersebut karena adanya tekanan daya beli masyarakat bawah, moderatnya laju pertumbuhan kredit di sektor riil. Serta berakhirnya windfall harga komoditas mentah global menjadi bagian gambaran ekonomi 2024.

"Kalau momentum lebaran ini kan hanya sesaat. Jadi ekonomi tumbuh lebih tinggi hanya sesaat," tutur Esther.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×