Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
Pemerintah tetap menjadi motor utama melalui berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan fasilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Tak hanya itu, agenda besar seperti kemandirian energi dan pangan juga diyakini akan menopang aktivitas investasi sepanjang tahun ini.
Upaya perbaikan iklim investasi, termasuk pembentukan satuan tugas untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan rasio ICOR, turut menjadi strategi menjaga momentum.
Baca Juga: OSS Diperkuat, Investasi Kuartal I-2026 Diproyeksi Tembus Rp 497 Triliun
Dari sisi eksternal, minat investor asing terhadap Indonesia juga belum surut. Pemerintah mencatat respons positif dalam berbagai kunjungan ke negara seperti Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.
Sejumlah komitmen investasi bahkan mengemuka dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.
Kondisi ini memberi sinyal bahwa daya tarik Indonesia masih terjaga, meski realisasi jangka pendek tertahan gejolak global. Jika ketidakpastian mereda, arus investasi berpotensi kembali menguat.
Dengan demikian, perlambatan investasi di awal 2026 lebih mencerminkan faktor eksternal dan musiman, bukan pelemahan fundamental.
Baca Juga: DPR Godok RUU Migas, Pengamat:Pembentukan BUK Migas Mendesak demi Kepastian Investasi
Tantangan bagi pemerintah kini adalah menjaga kepercayaan investor sekaligus mempercepat realisasi proyek agar momentum pertumbuhan tetap terjaga sepanjang tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












