kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Lahan Tidak Jelas, Swasembada Tebu dan Kedelai Terancam


Kamis, 24 Juni 2010 / 18:22 WIB


Reporter: Hans Henricus


JAKARTA. Ketidakjelasan lahan untuk pogram budidaya tanaman pangan skala luas atau food estate mencemaskan Suswono. Menteri Pertanian khawatir ekstensifikasi atau perluasan lahan pertanian terganggu sehingga target swasembada gula dan kedelai terancam gagal.

Menurut Suswono, persoalan pemakaian lahan harus cepat diputuskan karena masa musim tanam itu punya siklus sendiri yang tidak bisa diintervensi manusia. “Bicara tanam menanam adalah bicara waktu. Kelambanan menetapkan izin akan membuat masa tanam berlalu begitu saja. Kondisi ini bisa menghambat target-target yang sudah kita canangkan," ujar Suswono usai penyerahan laporan keuangan Kementerian Pertanian di BPK, Kamis (24/6).

Menurut Suswono, Kementerian Pertanian sesungguhnya sudah berkali-kali menyampaikan keinginan menjadikan Merauke sebagai basis untuk produk pangan. Tapi ternyata persoalan lahannya masih simpang siur.

Oleh sebab itu, Suswono meminta Kementerian Kehutanan bersama pemerintah provinsi Papua dan Kabupaten Merauke segera duduk bersama dan menetapkan berapa lahan yang disediakan untuk food estate. "Kementerian Pertanian pada posisi masih terus menunggu," imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Bukan cuma soal lahan food estate, Suswono mengungkapkan, lahan terlantar yang dijanjikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) seluas 2 juta hektar juga tak ada kejelasan. Padahal, kalau lahannya sudah jelas Kementerian Pertanian bisa mendata potensi lahan yang ada dan selanjutnya memulai budidaya tanaman pangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×