kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

KUR ke pertanian bisa bantu jaga inflasi pangan


Kamis, 09 Februari 2017 / 13:56 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor pertanian perlu didorong. Khususnya, penyaluran KUR yang fokus pada komoditas pemicu inflasi, seperti cabai, bawang merah, beras, dan daging sapi.

"Kluster volatile food kami rekomendasikan penyaluran KUR ke pertanian melalui skema value chain financing, yang dari awal produksi sampai pemasaran bisa dibiayai," kata Agus dalam paparan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI, Kamis (9/2).

Tak hanya itu, menurut Agus, dalam pembiayaan KUR juga terdapat fasilitas subsidi resi gudang. Dengan demikian, nantinya hasil panen bisa ditempatkan di gudang dan resi gudang bisa dipakai untuk sumber pembiayaan.

Sepanjang 2016, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 94,4 triliun. Dampak penyaluran KUR tersebut tampak pada besaran ratio kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mencapai 7,2% dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, penyaluran tersebut terbesar untuk sektor perdagangan yaitu sebesar 66,1% dari total penyaluran. Oleh karena itu kata Agus, penyakuran KUR untuk sektor pertanian perlu didorong lantaran sektor tersebut merupakan penyumbang terbesar kedua PDB setelah sektor industri pengolahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×