kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Kunjungi Ukraina dan Rusia, Jokowi akan Bertemu Zelenskyy dan Putin


Rabu, 22 Juni 2022 / 14:27 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara Temu Raya #Kitaprakerja di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022). Presiden Joko Widodo berencana mengunjungi Kyiv, Ukraina, dan Moskow, Rusia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana mengunjungi Kyiv, Ukraina, dan Moskow, Rusia, pada akhir Juni 2022.

Dalam kunjungan ke Kyiv dan Moskow, Jokowi akan melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Vladimir Putin.

"Kunjungan ke dua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang tidak normal," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers daring, Rabu (22/6).

Baca Juga: Melalui Presidensi G20, Presiden Ukraina Berharap Konflik Rusia Ukraina Berakhir

"Kita paham situasi saat ini masih sangat sangat sangat complicated. Dunia juga paham mengenai kompleksitas masalah yang ada," ujarnya.

Meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai Presiden G20 dan satu satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response
Group yang dibentuk Sekjen PBB, Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi.

"Tidak memilih untuk diam," tegas Retno.

Baca Juga: Jokowi: Presiden Rusia Vladimir Putin akan Hadiri KTT G20 di Bali

Menurut dia, Presiden Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia pasca konflik kedua negara itu.

"Kunjungan Presiden ini menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan," katanya.

"Mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara terutama negara berkembang dan berpendapatan rendah," imbuh Retno.

"Dan (Presiden Jokowi) terus mendorong spirit perdamaian," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×