kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kunjungan PM Australia, Prabowo Ajak Garap Hilirisasi Mineral hingga Pertanian


Jumat, 06 Februari 2026 / 15:06 WIB
Kunjungan PM Australia, Prabowo Ajak Garap Hilirisasi Mineral hingga Pertanian
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Me (KONTAN/BPMI Setpres)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese di Jakarta, Jumat (6/2/2026). 

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo secara khusus mengajak pemerintah maupun pelaku usaha Australia untuk menanamkan modalnya di sejumlah sektor prioritas, mulai dari pertanian hingga hilirisasi mineral kritis.

Prabowo menegaskan bahwa kerja sama di sektor pertanian menjadi krusial demi menjaga stabilitas pasokan pangan kedua negara.

"Hadirin yang saya hormati, dalam pertemuan hari ini, saya dan Perdana Menteri Albanese juga membahas berbagai agenda prioritas bersama. Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan kita," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Perjanjuan Kerjasama Traktat Keamanan, Perwira TNI Bisa Bertugas di Australia

Selain pangan, Prabowo juga menyoroti potensi besar di sektor pertambangan. Ia berharap Australia dapat mengambil peran dalam proyek hilirisasi di Tanah Air, sekaligus membuka pintu bagi perusahaan Indonesia untuk berekspansi ke Negeri Kanguru.

"Saya juga mengundang Australia untuk berinventasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Pada saat yang sama, kami juga mendorong perusahaan Indonesia untuk berinventasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia," tegasnya.

Guna memuluskan rencana investasi tersebut, Prabowo memastikan kesiapan lembaga pengelola investasi Indonesia, Danantara, untuk memfasilitasi kemitraan strategis.

"Danantara, siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan dalam berbagai bentuk kemitraan lainnya," imbuhnya.

Tak hanya itu, kedua pemimpin negara juga menyepakati penguatan kerja sama di sektor sumber daya manusia (SDM).

Prabowo mengapresiasi dukungan beasiswa dari Australia dan berharap adanya transfer pengetahuan untuk tenaga pengajar di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia-Australia Sepakati Traktat Keamanan Bersama, Dukung Stabilitas Indo-Pasifik

"Saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas-universitas dan sekolah-sekolah baru yang sedang kami bangun," paparnya.

Di sisi lain, Prabowo juga mendorong agar tenaga kerja profesional Indonesia mendapatkan pengakuan sertifikasi agar dapat bekerja di Australia.

"Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang kompeten yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia. Untuk itu, saya mengusulkan perluasan mutual recognition agreements bagi sertifikasi profesi, sehingga para profesional Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian Australia," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengundang Albanese untuk hadir dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) kelautan (Ocean Impact Summit) yang akan digelar di Bali pertengahan tahun ini.

Baca Juga: Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan Picu Kisruh, Mensos Minta Layanan Tak Boleh Terhenti

"Saya yakin kehadiran Perdana Menteri akan membantu memastikan KTT tersebut menghasilkan capaian yang nyata dalam juga mendorong kerjasama kita di bidang kelautan. Kita memahami bahwa laut adalah kepentingan bersama bagi semua negara, apalagi kedua negara kita," pungkasnya.

Selanjutnya: OJK Optimistis Target Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tercapai, Ini Pendorognya

Menarik Dibaca: Hemat Lebih Banyak! 6 Promo Kuliner Spesial Hari Ini 6 Februari, Starbucks hingga A&W

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×