kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Kunjungan Obama belum akan ciptakan kerjasama


Selasa, 09 November 2010 / 21:57 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas dermaga JICT Tanjung Priok


Reporter: Irma Yani | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedi Priatna menuturkan, dalam kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia, hingga saat ini belum ada kesepakatan kerjasama kedua negara yang dicetuskan."Dengan AS sekarang kita hanya partnership saja, jadi belum ke proyek, belum ke apa-apa," katanya, Selasa (9/11).

Pada saat ini, katanya, kerjasama yang dijalin antara pemerintah Indonesia dan pemerintah AS adalah terkait bantuan hibah program Millennium Challenge Corporation (MCC) senilai US$ 700 juta - US$ 800 juta bagi Indonesia.

"Indonesia mengusulkan ke mereka program apa saja. Nah sekarang kita dalam rangka pengusulan proyek tersebut. Kita sudah membentuk tim-nya yang diketuai Pak Lukita, Wakil Menteri PPN," ucapnya.

Usulan tersebut, lanjutnya, direncanakan akan diajukan kepada Pemerintah AS pada awal tahun depan. "Mereka minta waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk persetujuan di senat. Setelah itu baru dilaksanakan," tandasnya.

Sekadar catatan, MCC merupakan program dari pemerintah AS yang ditujukan untuk membantu negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×