kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kuasai 51% saham Freeport, Presiden Jokowi: Jangan dibilang yang miring-miring


Senin, 16 Juli 2018 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan penandatanganan head of agreement antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Freeport Indonesia merupakan hasil dari negosiasi yang alot selama 3,5 tahun.

Pemerintah menempuh proses panjang untuk mencapai kata sepakat untuk penandatangan head of agreement, Kamis pekan lalu. "Prosenya hampir empat tahun kita lakukan dan alot sekali, jadi kalau sudah bisa masuk ke head of agreement itu merupakan sebuah kemajuan yang amat sangat," jelas Presiden Jokowi di Gedung ABN Nasdem, Pancoran, Senin (16/7).

Presiden Jokowi menilai, hasil kesepakatan tersebut patut disyukuri bersama. "Jangan dipikir itu ketemu langsung tandatangan ini proses panjang kita dengan Freeport. Jangan malah dibilang yang miring-miring," katanya.

Kendati begitu, pihaknya mengaku masih ada tindak lanjut dari pemerintah usai penandatanganan Kemarin. Pasalnya, head of agreement itu merupakan langkah dari pencaplokan 51% saham PT Freeport Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×