kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

KTT G-7, Jokowi lobi Presiden Prancis soal CPO


Jumat, 27 Mei 2016 / 15:00 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak pemerintah Prancis mendorong parlemen mereka menghentikan pembahasan rencana pajak sawit. Presiden Jokowi menyampaikan langsung desakan tersebut kepada Presiden Republik Perancis Francois Hollande dalam pertemuan bilateral yang dilakukan di sela-sela pelaksanaan KTT G-7 di Shima, Jepang Jumat (27/5).

Jokowi mengatakan, penghentian tersebut perlu dilakukan supaya hubungan dagang kedua negara tetap berjalan baik dan memberikan manfaat yang optimal. "Diharapkan, dengan upaya ini ekspor sawit Indonesia ke Prancis terus berlanjut," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Ari Dwipayana, Tim Komunikasi Presiden Jumat (27/5).

Sebagai catatan saja. Parlemen Prancis ingin setiap minyak kelapa sawit yang masuk ke negara mereka terkena pajak progresif. Mulai 2017, parlemen ingin setiap minyak sawit yang masuk ke Prancis dikenakan pajak sebesar 300 euro per ton, di tahun 2018 naik menjadi 700 euro per ton, dan di 2019 naik lagi menjadi 900 euro per ton.

Dalam pembicaraan terakhir, rencana pengenaan pajak progresif tersebut diturunkan. Untuk 2017 tarif pajak minyak sawit akan mencapai 30 euro, 2018 naik menjadi 50 euro dan 2019 menjadi 70 euro dan 2020 menjadi 90 euro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×