kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

KSPI perkirakan akan ada gelombang kedua PHK akibat covid-19


Rabu, 03 Juni 2020 / 16:52 WIB
KSPI perkirakan akan ada gelombang kedua PHK akibat covid-19
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing) saat memproduksi furnitur interior perhotelan di pabrik furnitur PT Saniharto Enggalhardjo di Demak, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2020). Di tengah pandemi COVID-19, pabrik yang memproduks


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memperkirakan akan ada gelombang kedua pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Covid-19.

Said Iqbal mengatakan, setelah sebelumnya sudah ada jutaan pekerja di sektor industri pariwisata, UMKM, penerbangan dan logistik yang di-PHK dan dirumahkan, maka di gelombang kedua ini yang terdampak adalah pekerja di industri manufaktur, baik padat karya dan padat modal seperti industri tekstil, garmen, makanan, elektronik dan otomotif. Dia memperkiakan ada ratusan ribu pekerja yang terdampak.

Baca Juga: Kekhawatiran terhadap Covid-19 meningkat, optimisme konsumen makin menurun

Dia mengatakan, gelombang kedua ini disebabkan semakin berkurangnya bahan baku impor karena berbagai negara yang menerapkan lockdown, sementara bahan baku di dalam negeri hanya mampu memenuhi kebutuhan 30%. Tak hanya itu, nilai tukar rupiah yang semakin tertekan terhadap dolar pun disebut mempengaruhi kinerja perusahaan.

"Harga mata uang terhadap dolar tertekan. Beli bahan baku impor, jual barang jadinya rupiah, itu pasti buntung. Daripada rugi, pasti perusahaan mengurangi jumlah karyawan, PHK. Ratusan ribu itu bisa. Tetapi saaya tidak bisa memastikan jumlahnya  karena tiap sektor industri ini berbeda-beda kebutuhan bahan bakunya," terang Said Iqbal kepada Kontan.co.id, Rabu (3/6).

Baca Juga: Sekitar 1.000 karyawan AirAsia Indonesia terdampak pandemi virus corona (Covid-19)

Said Iqbal pun menyoroti langkah pemerintah yang ingin menerapkan kenormalan baru (new normal). Menurut dia, tanpa menerapkan new normal pun, masih banyak buruh yang tetap bekerja.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×