kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kritik Core terhadap peran KSSK dalam penanganan dampak pandemi corona


Senin, 11 Mei 2020 / 18:21 WIB
Kritik Core terhadap peran KSSK dalam penanganan dampak pandemi corona
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama para anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memaparkan stabilitas sistem keuangan sepanjang kuartal IV-2019, Rabu (22/1) di Lobby Gedung Djuanda I Kemenkeu.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk menangani dampak wabah virus Corona di dalam negeri, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah melakukan serangkaian upaya penyelamatan, baik dari sisi fiskal maupun moneter.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan, KSSK dalam beberapa kasus telah menjalankan perannya sebagai komite yang mencegah dampak sistemik terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Namun demikian, tidak terelakkan bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Yusuf sendiri menilai, saat ini koordinasi yang dibangun antara anggota KSSK belum terlihat erat.

Baca Juga: Wacana KSSK jadikan bank Himbara sebagai penyangga likuiditas timbulkan pertanyaan

"Jika indikator eratnya itu diukur dari satu suaranya KSSK untuk mengatakan berapa biaya resmi yang harus ditanggung pemerintah dalam menangkal dampak Covid-19 dan bagaimana proses penyelamatannya, maka saya kira saat ini koordinasi KKSK belum terlihat erat," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Senin (11/5).

Ia melanjutkan, apabila koordinasi yang dibangun sudah erat, maka seharusnya KSSK sudah memperhitungkan kebutuhan biaya bagi restrukturisasi perbankan yang kemudian dapat diverifikasi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, saat ini Yusuf belum melihat adanya realisasi dari hal tersebut.

Untuk saat ini, menurutnya KSSK dapat meningkatkan pantauan terhadap proses restrukturisasi kredit yang tengah dijalankan oleh perbankan sebagai upaya menanggulangi dampak Covid-19.

Yusuf mengimbau, jangan sampai proses restrukturisasi tidak berjalan optimal dan berdampak pada debitur yang kesulitan menanggung beban kredit yang besar. Di sisi lain, proses restrukturisasi kredit ini juga tentu akan berdampak pada kesehatan neraca bank.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×