kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.883   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.035   18,27   0,23%
  • KOMPAS100 1.129   3,64   0,32%
  • LQ45 817   4,45   0,55%
  • ISSI 287   0,83   0,29%
  • IDX30 432   2,68   0,62%
  • IDXHIDIV20 522   4,87   0,94%
  • IDX80 127   0,57   0,45%
  • IDXV30 142   1,61   1,15%
  • IDXQ30 138   0,77   0,56%

KPU mengaku terus mendapat serangan siber dari dalam dan luar negeri


Rabu, 13 Maret 2019 / 15:34 WIB
KPU mengaku terus mendapat serangan siber dari dalam dan luar negeri


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua KPU Arief Budiman menyebut, laman KPU terus mengalami penyerangan oleh peretas. Serangan siber tersebut berasal dari luar dan dalam negeri.

"Kalau menyerang ke website kita memang ada terus, dan itu bisa datang dari mana-mana. Kalau dilihat dari IP address-nya itu datang dari dalam dan luar negeri. Saya pikir tidak perlu disebutlah nama negaranya, kecuali kita sudah tangkap, boleh disebut," ujar Arief di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).

Akan tetapi, lanjut Arief, meskipun IP address-nya berasal dari dalam maupun luar negeri, tetapi pelakunya belum bisa dipastikan, apakah dari Indonesia atau bukan.

"Yang pakai IP address dari luar bisa juga sebetulnya orangnya dari dalam (Indonesia)," ungkapnya kemudian.

Dia pun menegaskan KPU tidak pernah menyebut negara manapun yang diduga melakukan serangan siber ke laman KPU. Diakui Arief, serangan siber yang selama ini ditujukan ke KPU sudah bisa tertangani dan tidak akan menganggu proses maupun hasil Pemilu 2019.

Komisioner KPU Viryan Aziz menambahkan, serangan siber tersebut dinilai memiliki dua tujuan, pertama dilakukan hanya untuk mengetahui data-data yang dimiliki KPU, kedua karena ada kelompok yang tak berkenan dengan KPU.

"Bisa jadi ada yang kesal. Ada juga motif lain. Tapi kalau ada yang mau mengkritisi KPU ya silakan, kami terbuka terus kok," jelas Viryan. Dia juga menyebut KPU sudah bekerja sama dengan tim siber Polri untuk bisa mengungkap siapa yang melakukan peretasan. (Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU Mengaku Terus Alami Serangan Siber", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×