kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

KPPU duga ada kartel penjualan BBM non subsidi


Kamis, 31 Mei 2012 / 15:29 WIB
KPPU duga ada kartel penjualan BBM non subsidi
ILUSTRASI. Penggunaan kartu uang elektronik di gerbang tol.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Edy Can


JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada praktik kartel antara pom bensin Pertamina dengan pom bensin Shell. Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said mengatakan, dugaan itu terlihat dari penurunan harga jual bahan bakar non subsidi yang kemudian diikuti oleh Shell.

"Kalau harga Pertamax turun maka Shell juga langsung menurunkan Super R92 (setara pertamax). Bahkan Shell menurunkan Super R92 lebih rendah dari Pertamax,” ungkap Tadjuddin, Kamis (31/5).

Dugaan ini bukanlah hal yang baru. Pada 2009 silam, KONTAN juga pernah menuliskan dugaan yang sama. Namun, hingga sekarang, wasit persaingan usaha tersebut belum bisa membuktikannya. Jika tudingan itu terbukti benar, mereka akan terjerat Pasal 11 UU No 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pertamina dan Shell juga sudah pernah membantah hal ini. Ketika itu, dua perusahaan ini mengaku menjalankan bisnis sesuai aturan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×