kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

KPK tidak mau ikut campur pergantian Kapolri


Jumat, 27 September 2013 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Daftar Terbaru UMP 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2022, Mana yang Tertinggi?. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad tak mau ikut campur mengenai penunjukan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) periode 2013-2016. Dia berdalih posisi pihaknya tidak dalam berkewenangan memilih ataupun mendukung pihak yang akan diplot sebagai pengganti Jenderal Timur Pradopo tersebut.

"KPK tidak dalam posisi mendukung seseorang jadi kapolri. Itu kewenanangan Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Abraham di kantornya, Jakarta, Jumat (27/9) sore.

DPR melalui seorang Wakil Ketuanya, Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya telah menerima surat penunjukan calon Kapolri. Surat yang dikirimkan langsung oleh Presiden SBY itu tertulis nama Kabareskrim, Komjen Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri.

Saat ditanya apakah Samad mendukung Sutarman? Samad menjawab diplomatis. Abraham juga enggan berspekulasi Sutarman masuk dalam kategori seorang calon Kapolri yang bersih dari korupsi. "Kita tidak layak menjustifikasi orang ini layak atau tidak. Itu tidak dalam kapasitas kita," ujarnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×