kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

KPK tidak mau ikut campur pergantian Kapolri


Jumat, 27 September 2013 / 21:25 WIB
KPK tidak mau ikut campur pergantian Kapolri


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad tak mau ikut campur mengenai penunjukan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) periode 2013-2016. Dia berdalih posisi pihaknya tidak dalam berkewenangan memilih ataupun mendukung pihak yang akan diplot sebagai pengganti Jenderal Timur Pradopo tersebut.

"KPK tidak dalam posisi mendukung seseorang jadi kapolri. Itu kewenanangan Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Abraham di kantornya, Jakarta, Jumat (27/9) sore.

DPR melalui seorang Wakil Ketuanya, Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya telah menerima surat penunjukan calon Kapolri. Surat yang dikirimkan langsung oleh Presiden SBY itu tertulis nama Kabareskrim, Komjen Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri.

Saat ditanya apakah Samad mendukung Sutarman? Samad menjawab diplomatis. Abraham juga enggan berspekulasi Sutarman masuk dalam kategori seorang calon Kapolri yang bersih dari korupsi. "Kita tidak layak menjustifikasi orang ini layak atau tidak. Itu tidak dalam kapasitas kita," ujarnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×