CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

KPK tidak mau ikut campur pergantian Kapolri


Jumat, 27 September 2013 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Daftar Terbaru UMP 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2022, Mana yang Tertinggi?. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad tak mau ikut campur mengenai penunjukan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) periode 2013-2016. Dia berdalih posisi pihaknya tidak dalam berkewenangan memilih ataupun mendukung pihak yang akan diplot sebagai pengganti Jenderal Timur Pradopo tersebut.

"KPK tidak dalam posisi mendukung seseorang jadi kapolri. Itu kewenanangan Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Abraham di kantornya, Jakarta, Jumat (27/9) sore.

DPR melalui seorang Wakil Ketuanya, Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya telah menerima surat penunjukan calon Kapolri. Surat yang dikirimkan langsung oleh Presiden SBY itu tertulis nama Kabareskrim, Komjen Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri.

Saat ditanya apakah Samad mendukung Sutarman? Samad menjawab diplomatis. Abraham juga enggan berspekulasi Sutarman masuk dalam kategori seorang calon Kapolri yang bersih dari korupsi. "Kita tidak layak menjustifikasi orang ini layak atau tidak. Itu tidak dalam kapasitas kita," ujarnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×