kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.720   -16,00   -0,09%
  • IDX 6.364   -6,70   -0,11%
  • KOMPAS100 844   1,08   0,13%
  • LQ45 639   4,22   0,66%
  • ISSI 227   -1,01   -0,44%
  • IDX30 365   3,26   0,90%
  • IDXHIDIV20 452   4,68   1,05%
  • IDX80 97   0,20   0,21%
  • IDXV30 125   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 118   1,41   1,21%

KPK dipersilakan rekrut SDM dari Kejaksaan


Senin, 05 Oktober 2015 / 16:54 WIB


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Mantan Jaksa Agung Basrief Arief mendengar keluhan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini kekurangan sumber daya manusia, terutama sebagai penyidik. Basrief lantas menyarankan agar KPK berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Polri untuk menambah sumber daya yang dibutuhkan.

"Yang KPK rasakan saat ini kan SDM-nya kurang, silakan saja dilakukan koordinasi dengan Jaksa Agung dan Kapolri supaya bisa merekrut kembali tenaga untuk KPK ini," ujar Basrief di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/10).

Basrief meminta agar "trisula penegakan hukum", yaitu KPK, Kejagung, dan Polri, tidak saling menonjolkan egosentris. Menurut dia, kesetaraan sesama penegak hukum perlu dilakukan, terlebih lagi dalam rangka koordinasi supervisi.

"Kalau kita merasa lebih satu dengan yang lain, koordinasinya tidak akan berjalan," kata dia.

Saat menjadi Jaksa Agung pada era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Basrief mengatakan, KPK, Kejaksaan, dan Polri dapat berjalan harmonis tanpa adanya ego yang saling ditunjukkan. Misalnya, kata dia, saat sosialisasi terkait masalah pendidikan, hubungan ketiganya berjalan baik dan harus terus diterapkan hingga saat ini.

"Jangan sampai yang satu merasakan lebih dari yang lain. Kita sama, tujuan kita satu, bagaimana melakukan pemberantasan korupsi," kata Basrief. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×