kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

KPK belum periksa Sri Mulyani di Amerika


Kamis, 25 April 2013 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. Penjualan produk Unilever di supermarket, Jakarta Selatan, Senin (08/02).  KONTAN/Baihaki/08/02/2021


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Meskipun sudah bertolak ke Amerika Serikat sejak Senin (22/4) lalu, tetapi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum kunjung melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurut juru bicara KPK Johan Budi, pemeriksaan tersebut baru akan dilakukan setelah penyidiknya memeriksa Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) New York Wimboh Santosa.

 “Mengenai ibu Sri Mulyani Indrawati belum dilakukan pemeriksaan, yang pasti habis Wimboh,” kata juru bicara KPK Johan Budi dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Kamis (25/4).

Sayangnya Johan mengaku belum mengetahui mengenai kapan pastinya pemeriksaan tersebut dilakukan. Ia hanya menegaskan setelah pemeriksaan Wimboh hari ini, Sri Mulyani baru akan dimintai keterangan. Kata dia, rencananya pemeriksaan akan dilakukan di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah yang hari ini juga menjalani pemeriksaan penyidik terkait kasus Century di Jakarta enggan menanggapi rencana pemeriksaan tersebut. Mantan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia itu banyak menjawab tidak tau saat ditanya peran Sri Mulyani dalam perubahan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century. “Saya kurang tahu,” ujar Halim berulang kali.

Seperti diketahui, semula KPK telah menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi di Amerika dan Tokyo untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas tersangka mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya. Namun rencana pemeriksaan di Tokyo terpaksa dibatalkan lantaran pihak yang akan dimintai keterangan sudah berpindah tugas dari negara tersebut. Sayangnya hingga kini tak pernah terungkap sosok yang akan dimintai keterangan di negeri sakura itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×