kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Korban tewas banjir bandang Sulut 24 orang


Senin, 27 Januari 2014 / 15:24 WIB
Korban tewas banjir bandang Sulut 24 orang
ILUSTRASI. berkumur air garam adalah salah satu cara menghilangkan gusi bengkak.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa Provinsi Sulawesi Utara sejak Rabu (15/1/2014) akan berakhir pada Selasa (28/1) nanti. Hingga kini korban tewas telah mencapai 24 orang.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini penanganan kebutuhan dasar bagi pengungsi masih terus dilakukan. "Pembersihan sampah dan lumpur juga masih dilakukan," kata Sutopo dalam keterangan tertulis pada KONTAN, Senin, (27/1).

Adapun persebaran korban jiwa 24 orang meninggal tersebut antara lain:  Kota Manado tujuh orang, Minahasa tujuh orang, Kota Tomohon enam orang, Minahasa Utara satu orang, Sitaro dua orang, dan Sangihe satu orang. Sedangkan masyarakat yang terdampak  86.355 jiwa (25.103 kepala keluarga), dimana terdapat kelompok rentan yaitu bayi/balita 2.373 jiwa, ibu hamil 347 jiwa, lansia 2.348 jiwa, orang cacat 88 orang dan orang sakit 265 jiwa. Sebanyak 800 rumah hanyut.

Adapun kerusakan rumah meliputi 3.688 unit rusak berat, 1.966 unit rumah rusak sedang, 4.789 unit rumah rusak ringan, 27 unit masjid rusak, 29 unit gereja rusak dan 53 sekolah rusak. Kerugian dan kerusakan sementara lebih dari Rp 1,87 triyun.
 
Pembersihan sampah diprioritaskan di daerah Karame dan Ternate. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara tetap medukung sepuluh truk sampah dan suplai air. Jembatan bailey di kilometer (Km) 13 dan Km 16 antara Manado-Tomohon sudah berfungsi. Kebutuhan kasur dan alas tidur yang masih diperlukan akan dbelikand ari dana siap pakai yang telah diberikan BNPB. "Tim Reaksi cepat BNPB masih di lokasi untuk memberikan pendampingan BPBD Sulut dan BPBD kab/kota di Sulut," pungkas Sutopo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×