kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Korban penipuan investasi duduki Cipaganti Pasteur


Sabtu, 10 Januari 2015 / 16:31 WIB
Korban penipuan investasi duduki Cipaganti Pasteur
ILUSTRASI. Realisasi Investasi Semester I-2023 Capai Rp 678,7 Triliun. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

BANDUNG. Kegiatan integrasi bisnis di Cipaganti Pasteur Point, Bandung, lumpuh total. Pasalnya, tak kurang dari 100 orang mitra Koperasi Cipaganti Karya Graha Persada yang menjadi korban kasus penipuan investasi yang dilakukan CEO Cipaganti, Andianto Setiabudi, melakukan unjuk rasa dan menduduki lokasi tersebut.

Cipaganti Point adalah pusat integrasi bisnis perusahaan Cipaganti. Selain jasa angkutan travel, di lokasi ini juga terdapat kegiatan bisnis lainnya seperti jasa angkut kargo, rental mobil, dan aneka ragam kuliner.

Ketua Forum Silahturahmi Mitra Cipaganti Bandung, Syariefudin, mengatakan, aksi unjuk rasa dengan cara menduduki pusat bisnis Cipaganti Pasteur Point ini merupakan peringatan keras kepada manajemen Cipaganti yang hingga hari ini sama sekali belum mengembalikan uang investasi milik 8.700 orang Mitra Koperasi Cipaganti.

"Ini warning dari kita. Tujuannya jelas, kita blokir (Cipaganti Pasteur Point) agar manajemen Cipaganti tahu. Mereka terbilang untung karena tidak dipailitkan," kata Syariefudin saat ditemui di sela-sela aksi, Sabtu (10/1).

Syariefudin menambahkan, para mitra akan menduduki Cipaganti Pasteur Point sampai malam nanti. Selain lokasi tersebut, para mitra juga berencana menduduki beberapa lokasi bisnis Cipaganti lainnya.

"Rencananya ada 6 titik yang akan kita duduki, tapi kita lihat situasi," tuturnya.

Aksi boikot lokasi bisnis Cipaganti tersebut diakui oleh Syariefudin merupakan puncak kekesalan kepada Andianto Setiabudi dan manajemen Cipaganti. Pasalnya, Andianto dinilai telah mengingkari janjinya yang akan mencicil 20 persen uang investasi para mitra Koperasi Cipaganti.

"Kerugian seluruh mitra mencapai Rp. 3,2 triliun. Janjinya akan ada pengembalian pokok sebesar 20 persen. Tapi sampai sekarang sejak 7 bulan lalu tidak pernah ada," bebernya.

Aksi unjuk rasa terus berlangsung. Satu persatu para mitra Koperasi Cipaganti berorasi di lokasi tersebut dengan disaksikan oleh para karyawan dan konsumen jasa angkutan Cipaganti.

Belum ada tanggapan atau komentar dari manajemen Cipaganti terkait aksi unjuk rasa ini. (Putra Prima Perdana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×