kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 17.981   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Korban bentrokan Kebumen minta tentara diadili


Selasa, 19 April 2011 / 12:48 WIB
ILUSTRASI. Pertama kali dalam 100 tahun, Australia terpaksa tutup perbatasan karena COVID-19


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Korban bentrokan antara aparat militer anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan warga Desa Jetro Jenar, Kebumen mengadu ke DPR. Mereka menuntut tentara yang terlibat diadili.

Ahmad Muslimin, salah seorang korban mengatakan konflik warga Kebumen dengan tentara mengenai tanah sudah terjadi selama tujuh tahun. "Tapi saat itu masih riak-riak kecil," ujarnya, Selasa (19/4).

Dia meminta fraksi PDI Perjuangan membantu menyelesaikan konflik tersebut. Eko Wahyudi, korban lainnya, juga meminta fraksi berlambang banteng gemuk tersebut memahami keresahan warga Kebumen. "Semoga para anggota dewan juga paham tentang warga wong cilik. Kebumen, semoga paham," tegasnya.

Selain itu, warga juga meminta konseling pasca konflik tersebut. Atas permintaan itu, anggota Komisi III DPR Eva Sundari berjanji menyiapkan program tersebut.

Akhir pekan lalu (15/4), puluhan warga yang mengatasnamakan diri Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan bentrok dengan tentara. Bentrokan ini dipicu sengketa tanah di garis Pantai Urut Sewu sepanjang 22,5 kilometer.

Warga menolak tanah tersebut dijadikan tempat latihan militer. Sebaliknya, tentara telah memperoleh izin pantai sebagai tempat latihan. Akibat bentrokan itu, sepuluh warga terluka. Sebagian akibat luka tembak terutama di bagian punggung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×