kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Konsumsi rumah tangga terkontraksi, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 minus 0,74%


Kamis, 06 Mei 2021 / 06:15 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif pada kuartal I-2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian di tiga bulan pertama tahun ini minus 0,74% yoy. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sumber kontraksi pada kuartal I-2021 ini adalah konsumsi rumah tangga, yang minus 2,23% yoy dan memberi sumbangan pada kontraksi PDB sebesar 2,12%. 

“Padahal, kalau melihat struktur PDB, konsumsi rumah tangga ini menyumbang 56,9%. Apa yang terjadi pada komponen ini memberi luar biasa pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Suhariyanto, Rabu (5/5) via video conference.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 0,74% pada kuartal I-2021

Selain konsumsi rumah tangga, kontraksi ekonomi juga disumbang oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tercatat tumbuh negatif 0,23% yoy dengan kontribusi pada kontraksi ekonomi sebesar 0,07%. 

Kabar baiknya, ada tiga komponen pertumbuhan ekonomi yang mengalami pertumbuhan positif. Seperti konusmsi pemerintah yang tumbuh 2,96% yoy, ekspor berhasil tumbuh 6,74% yoy, dan impor tumbuh 5,27% yoy. 

Suhariyanto berharap, ke depan Covid-19 bisa lebih terkendali sehingga komponen pertumbuhan ekonomi bisa ikut membaik, terutama untuk konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi domestik. 

Selanjutnya: Kuartal I-2021, CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi masih minus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×