kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.118   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Konsumsi rumah tangga menopang ekonomi triwulan I


Minggu, 06 April 2014 / 12:40 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pemasangan logo KTT B20 Indonesia di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (11/11/2022). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Konsumsi rumah tangga masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2014. Adanya pemilihan umum (pemilu) kembali mendongkrak konsumsi masyarakat.

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I memang akan berkisar antara 5,7%-5,8%. Adanya pileg membuat pengeluaran seluruh daerah di Indonesia menjadi tinggi.

Konsumsi inilah yang kemudian, menurut Enny, menggerakkan pertumbuhan dalam negeri. Pasalnya, pertumbuhan dari sisi investasi tidak bisa diharapkan karena dalam trend melambat. 

Pemilu tidak hanya mendorong konsumsi namun juga mendorong ekspansi produksi. Karenanya indeks tendensi bisnis Indonesia bisa meningkat. "Hingga triwulan II kontribusi konsumsi akibat pemilu mash signifikan," tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat, pertumbuhan ekonomi triwulan I hanya mencapai 5,59%. Pertumbuhan ini terdiri dari konsumsi sebesar 4,9%, investasi sebesar 3,1%, dan sektor manufaktur sebesar 5,2%.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah ketimbang prediksi BI dan pemerintah ini, dikarenakan efek pemilu tahun ini tidak terlalu besar terhadap konsumsi masyarakat. Kebijakan moneter BI yang belum juga dilonggarkan menjadi penghambat laju pertumbuhan.

Sektor investasi dan manufaktur cenderung masih wait and see untuk melakukan ekspansi bisnis. Hal ini karena menunggu kepastian hasil pemilu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×