kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Konsumsi rumah tangga menopang ekonomi triwulan I


Minggu, 06 April 2014 / 12:40 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pemasangan logo KTT B20 Indonesia di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (11/11/2022). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Konsumsi rumah tangga masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2014. Adanya pemilihan umum (pemilu) kembali mendongkrak konsumsi masyarakat.

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I memang akan berkisar antara 5,7%-5,8%. Adanya pileg membuat pengeluaran seluruh daerah di Indonesia menjadi tinggi.

Konsumsi inilah yang kemudian, menurut Enny, menggerakkan pertumbuhan dalam negeri. Pasalnya, pertumbuhan dari sisi investasi tidak bisa diharapkan karena dalam trend melambat. 

Pemilu tidak hanya mendorong konsumsi namun juga mendorong ekspansi produksi. Karenanya indeks tendensi bisnis Indonesia bisa meningkat. "Hingga triwulan II kontribusi konsumsi akibat pemilu mash signifikan," tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat, pertumbuhan ekonomi triwulan I hanya mencapai 5,59%. Pertumbuhan ini terdiri dari konsumsi sebesar 4,9%, investasi sebesar 3,1%, dan sektor manufaktur sebesar 5,2%.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah ketimbang prediksi BI dan pemerintah ini, dikarenakan efek pemilu tahun ini tidak terlalu besar terhadap konsumsi masyarakat. Kebijakan moneter BI yang belum juga dilonggarkan menjadi penghambat laju pertumbuhan.

Sektor investasi dan manufaktur cenderung masih wait and see untuk melakukan ekspansi bisnis. Hal ini karena menunggu kepastian hasil pemilu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×