kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Konsumen masih pesimistis terhadap outlook ekonomi 6 bulan ke depan


Selasa, 04 Agustus 2020 / 18:01 WIB
Konsumen masih pesimistis terhadap outlook ekonomi 6 bulan ke depan
ILUSTRASI. Pemulihan Sektor Ritel: Pengunjung di salah satu gerai pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (16/6). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan pemulihan bisnis ritel akan berjalan lambat tahun ini karena daya beli masyarakata belum pulih akibat p


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Kabar baiknya, konsumen di kota-kota besar lebih optimis terhadap stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah. Ini terlihat dari indeksnya yang meningkat 19,4% ke 74,4.

Di waktu yang sama, konsumen juga lebih optimis kalau rupiah bisa menguat dalam jangka pendek. Indeksnya meningkat 3,8% ke 112,5.

Dengan perkembangan IEK tersebut, mempengaruhi Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada bulan lalu untuk bergerak ke level pesimistis. IKK tercatat sebesar 71,4 alias menurun 1,8% mom dari bulan sebelumnya yang sebesar 72,6.

Baca Juga: LPEM FEB UI memprediksi ekonomi Indonesia bisa minus 5,3% di kuartal II 2020

"IKK masih menurun meskipun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah mulai dilonggarkan oleh pemerintah. Ini menunjukkan dampak Covid-19 sangat masif karena IKK turun terus bahkan dari April 2020," tandas Moekti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×