kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Konsumen masih pesimistis terhadap outlook ekonomi 6 bulan ke depan


Selasa, 04 Agustus 2020 / 18:01 WIB
ILUSTRASI. Pemulihan Sektor Ritel: Pengunjung di salah satu gerai pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (16/6). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan pemulihan bisnis ritel akan berjalan lambat tahun ini karena daya beli masyarakata belum pulih akibat p


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Kabar baiknya, konsumen di kota-kota besar lebih optimis terhadap stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah. Ini terlihat dari indeksnya yang meningkat 19,4% ke 74,4.

Di waktu yang sama, konsumen juga lebih optimis kalau rupiah bisa menguat dalam jangka pendek. Indeksnya meningkat 3,8% ke 112,5.

Dengan perkembangan IEK tersebut, mempengaruhi Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada bulan lalu untuk bergerak ke level pesimistis. IKK tercatat sebesar 71,4 alias menurun 1,8% mom dari bulan sebelumnya yang sebesar 72,6.

Baca Juga: LPEM FEB UI memprediksi ekonomi Indonesia bisa minus 5,3% di kuartal II 2020

"IKK masih menurun meskipun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah mulai dilonggarkan oleh pemerintah. Ini menunjukkan dampak Covid-19 sangat masif karena IKK turun terus bahkan dari April 2020," tandas Moekti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×