kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Komnas HAM minta TNI dan POLRI jaga netralitas


Selasa, 15 Juli 2014 / 22:03 WIB
Komnas HAM minta TNI dan POLRI jaga netralitas
ILUSTRASI. Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berharap TNI dan POLRI terus menjaga netralitasnya hingga proses penghitungan suara selesai.

"Kami akan bertemu panglima TNI, Kapolri, Bawaslu, dan KPU untuk memberikan masukan ini," ujar Hafid Abbas di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (15/7) sore.

Hafid menyakini rekapitulasi suara akan diterima masyarakat jika proses demokrasi berjalan baik. Masyarakat Indonesia akan menerima pesta demokrasi berjalan secara adil dan profesional.

"Ada keadilan dan keterbukaan KPUD sehingga bisa terakses oleh semua kalangan. Ini juga termasuk upaya untuk mencegah kemungkinan konflik," ucapnya.

Pantauan Komnas HAM dalam pemilihan presiden kemarin ia nilai masih berjalan dengan baik. Meskipun ada dugaan kecurangan, Komnas HAM akan membicarakan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Komnas HAM juga mendorong adanya kasus-kasus yang terjadi di masing-masing tingkatan bisa diselesaikan oleh KPU dan Bawaslu. (Randa Rinaldi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×