kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Komisi IV pertanyakan impor daging dari India


Rabu, 05 Oktober 2016 / 19:24 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi IV DPR RI mempertanyakan keputusan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian karena mengimpor daging kerbau dari India. Pasalnya, sampai saat ini kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak masih sering muncul di sana.

"Jadi kami ini sebetulnya tidak setuju masuknya impor daging kerbau itu," ujar Made Urip anggota Komisi IV DPR I saat rapat kerja dengan Kementan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (5/10).

Politisi PDIP ini menganggap penting hal ini lantaran butuh waktu lama untuk membasmi PMK. Ia pun mendorong pemerintah meningkatkan kemampuan peternak lokal.

Sementara itu, Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa daging kerbau yang diimpor ialah daging beku. "Daging ini dibekukan dulu dan disimpan pada suhu minus 23 derajat celcius. Jadi virus dan bakteri penyakit sudah mati," tuturnya.

Selain itu, ia menjamin peredaran daging hanya akan berada di 141 pasar di Jabodetabek. Untuk menjaminnya, ia akan membentuk tim khusus untuk mengawasi dengan ketat agar tidak diperdagangkan di daerah lain.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×