kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Komisi IV pertanyakan impor daging dari India


Rabu, 05 Oktober 2016 / 19:24 WIB
Komisi IV pertanyakan impor daging dari India


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi IV DPR RI mempertanyakan keputusan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian karena mengimpor daging kerbau dari India. Pasalnya, sampai saat ini kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak masih sering muncul di sana.

"Jadi kami ini sebetulnya tidak setuju masuknya impor daging kerbau itu," ujar Made Urip anggota Komisi IV DPR I saat rapat kerja dengan Kementan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (5/10).

Politisi PDIP ini menganggap penting hal ini lantaran butuh waktu lama untuk membasmi PMK. Ia pun mendorong pemerintah meningkatkan kemampuan peternak lokal.

Sementara itu, Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa daging kerbau yang diimpor ialah daging beku. "Daging ini dibekukan dulu dan disimpan pada suhu minus 23 derajat celcius. Jadi virus dan bakteri penyakit sudah mati," tuturnya.

Selain itu, ia menjamin peredaran daging hanya akan berada di 141 pasar di Jabodetabek. Untuk menjaminnya, ia akan membentuk tim khusus untuk mengawasi dengan ketat agar tidak diperdagangkan di daerah lain.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×