kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Komisi IV pertanyakan impor daging dari India


Rabu, 05 Oktober 2016 / 19:24 WIB
Komisi IV pertanyakan impor daging dari India


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi IV DPR RI mempertanyakan keputusan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian karena mengimpor daging kerbau dari India. Pasalnya, sampai saat ini kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak masih sering muncul di sana.

"Jadi kami ini sebetulnya tidak setuju masuknya impor daging kerbau itu," ujar Made Urip anggota Komisi IV DPR I saat rapat kerja dengan Kementan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (5/10).

Politisi PDIP ini menganggap penting hal ini lantaran butuh waktu lama untuk membasmi PMK. Ia pun mendorong pemerintah meningkatkan kemampuan peternak lokal.

Sementara itu, Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa daging kerbau yang diimpor ialah daging beku. "Daging ini dibekukan dulu dan disimpan pada suhu minus 23 derajat celcius. Jadi virus dan bakteri penyakit sudah mati," tuturnya.

Selain itu, ia menjamin peredaran daging hanya akan berada di 141 pasar di Jabodetabek. Untuk menjaminnya, ia akan membentuk tim khusus untuk mengawasi dengan ketat agar tidak diperdagangkan di daerah lain.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×