kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Komisi III DPR siap membahas revisi UU Advokat


Kamis, 11 Juli 2013 / 14:06 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di kantor cabang Bank Mandiri Bintaro Tangerang Selatan, Rabu (29/9). Respons Bank Mandiri Bila OJK Normalkan Kebijakan Restrukturisasi.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika mengaku siap membahas revisi UU No 18 Tahun 2013 mengenai Advokat yang baru saja disepakati untuk diperbaiki di sidang paripurna DPR siang ini (11/7). Meski belum mengetahui siapa yang nantinya akan ditunjuk membahas revisi beleid tersebut, ia yakin komisinya dapat menyelesaikan tugas tersebut.

"Bisa di komisi 3 bisa juga di pansus (panitia khusus). Kami sih siap saja," kata Pasek saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/7).

Politikus Partai Demokrat menilai, sebaiknya pembahasan tersebut dilakukan di komisinya, mengingat Kejaksaan, Kepolisian dan KPK merupakan mitra komisi III.  Tak hanya itu, Pasek juga berasalan ini hal itu sejalan dengan pembahasan revisi KUHP dan KUHAP yang tengah dilakukannya.

"Akar UU advokat itu kan KUHAP," imbuhnya.

Sebelum akhirnya mendapat persetujuan sebagai RUU inisiatif DPR, beleid tersebut tercatat sudah 9 kali diuji materikan ke Mahkamah Konstitusi dan 2 kali permohonannya dikabulkan. Pertama perihal pembiayaan organisasi advokat yaitu pasal 31 UU Advokat yang dianggap bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Kedua terkait dengan permasalahan keberadaan organisasi advokat yang mendapat diskriminasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×