kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Komisi I DPR kunjungi KPK minta data Moeldoko


Senin, 19 Agustus 2013 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Berikut rekomendasi aksesoris yang bisa melengkapi home office dan mendukung produktivitas kerja di rumah.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA.Komisi I DPR RI menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/8). Kedatangan Komisi I DPR itu dalam dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon tunggal Panglima TNI, Jenderal Moeldoko

"Kami ke KPK untuk mendapatkan informasi, di mana informasi itu akan menjadi bahan kami di dalam fit and proper test calon panglima TNI pada tanggal Rabu besok," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin di kantor KPK, Senin (19/8).

Sayang saat ditanya mengenai informasi apa yang akan dimintanya tersebut, politikus PDI Perjuangan itu tidak membeberkan secara detail. Kata Tubagus, ia hanya akan menanyakan apakah Moeldoko memiliki permasalahan tertentu terkait dengan wewenang KPK.

"Saya tidak tahu apa penjelasan dari KPK nanti. Misalnya tidak ada masalah, ya sudah tidak ada masalah," imbuh Tubagus.

Sebelum akhirnya Moeldoko menjadi calon tunggal panglima TNI, sekitar Mei lalu Moeldoko baru saja ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Jika disetujui DPR, dalam waktu tiga bulan saja Moeldoko akan naik jabatan menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang bulan ini pensiun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×