kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Komedian senior Jojon meninggal dunia


Kamis, 06 Maret 2014 / 09:05 WIB
ILUSTRASI. A 3D printed Facebook's new rebrand logo Meta and Facebook logo are placed on laptop keyboard in this illustration taken on November 2, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: TribunNews.com | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Berita duka cita datang dari industri hiburan Tanah Air. Dikabarkan bahwa komedian bernama lengkap Djuhri Masdjan atau akrab disapa Djojon alias Jojon meninggal dunia sekitar pukul 6.10 WIB hari ini (6/3).

H Djodjon dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung di Rumah Sakit Ramsey Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Berdasarkan pesan singkat dari istri almarhum yaitu Bunda Henny, saat ini jenazah berada di RS Premier Jatinegara dan akan dibawa ke rumah duka sekitar pukul 11.00 WIB.

Alamat rumah duka terletak jalan Puri Pangeran Nomor 3 Imperial Golf Estate, Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan laman khusus Jakarta.go.id. Djuhri Masdjan, lahir di Jakarta 5 Juni 1947. Djodjon mengawali kariernya sebagai pemain Reog Komwil 75 Jakarta Timur tahun 1967 dan setelah mengalami proses perpindahan dari berbagai grup, akhirnya terbentuklah Jayakarta Group sekitar tahun 1975/1976 dengan formasi pertama Tjahjono, Ujang, Cipto dan Djodjon.

Mereka tampil pertama kali di Stasiun TVRI Pusat Jakarta pada tahun 1977 membawakan lakon lawak berjudul Pungli. Formasi Jayakarta Group kemudian berubah dengan keluarnya Ujang digantikan Andi. Tahun 1979 terbentuk formasi yang dikenal dewasa ini: Tjahjono, Djodjon, Uu dan Joice (Djoni).

Group ini banyak tampil mengisi acara lawak, pertama kali dalam acara Aneka Ria TVRI, kemudian Aneka Ria Nusantara, Aneka Ria Safari, Kamera Ria di samping Parade Lawak yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pelawak Indonesia pimpinan Eddy Sud dalam rangka lebaran 1979 dan 1981.

Djodjon menjadi tokoh yang paling menonjol dalam groupnya dengan celana dan kumis ala Chaplin, tampang dan penampilannya yang selalu lugu, menghantarnya pada kedudukan seorang bintang lawak yang termasuk paling digemari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×