kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.741   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

KOI minta Malaysia tarik buku panduan SEA Games


Minggu, 20 Agustus 2017 / 12:00 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir menyesalkan terjadinya kesalahan dalam pemuatan gambar warna bendera Indonesia yang terbalik di dalam buku panduan SEA Games XXIX/2017, Kuala Lumpur Malaysia.

Dalam buku bertajuk, souvenir special, yang dibagikan kepada tamu undangan saat upacara pembukaan pesta olahraga bangsa Asia Tenggara yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, terlihat di halaman ke-80, bendera merah putih Indonesia tercetak terbalik, yakni menjadi putih merah. Posisi itu bersebelahan dengan bendera Malaysia.

Ini menunjukkan keteledoran panitia pelaksana SEA Games 2017. Bendera Indonesia yang tercetak terbalik ini sebenarnya untuk menandakan negara yang sudah menjadi tuan rumah SEA Games.Dibawah bendera tersebut terpampang jelas tahun ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games yaitu 1979, 1987, 1997 dan 2011.

Kesalahan mencetak bendera hanya terjadi pada Indonesia. Sementara itu, bendera 10 negara peserta SEA Games lainnya tercetak dengan benar.

"Sudah tentu saya menyampaikan penyesalan yang mendalam atas kesalahan fatal tersebut. Itu menunjukkan keteledoran dan ketidak telitian. Meski persahabatan adalah warisan terbesar dalam olahraga, namun kesalahan dalam menampilkan atau menyajikan identitas negara lain, tetap tidak bisa dibenarkan," ujar Erick dalam keterangan yang diterima KONTAN, Minggu (19/8).

Dalam hubungan antar negara, pihak Kemenpora yang mewakili pemerintah Indonesia akan menyampaikan sikap protes. Namun dalam interaksi sesama National Olympic Committee (NOC), KOI juga berencana akan mengajukan hal serupa.

"Kami akan menyampaikan nota protes dan keberatan kepada Presiden NOC Malaysia, Tunku Imran dan Sekjen, Beng Chop Low tentang hal ini. Sekaligus meminta buku tersebut ditarik dari peredaran serta diganti dengan pemuatan bendera Merah Putih yang benar," tegas Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×