kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Kisah sulitnya menembus ring 1 Presiden di Sulsel


Senin, 24 Februari 2014 / 08:46 WIB
Kisah sulitnya menembus ring 1 Presiden di Sulsel
ILUSTRASI. Gejala anemia


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MAKASSAR. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta ibu negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak Rabu (19/2/2014) hingga Jumat (21/2/2014).

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dirasa galak mulai sejak SBY tiba rumah jabatan (rujab) Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Jl Lasiming, Parepare, Rabu (19/2/2014) malam.

Malam pertama lawatan itu, SBY dan ibu negara Ani Yudhoyono menginap di rumah jabatan yang oleh warga setempat lebih dikenal dengan BarugaE, tersebut.

Sebelum tidur, sang presiden menggelar pertemuan dengan kepala daerah se-Sulsel. Pengamanan ketat pun digalakkan.

Tiap yang melintas di area rumah jabatan itu tak luput dari intaian puluhan paspampres, dilarang mendekat.

Wartawan yang coba mendekat, didepak. Apalagi masyarakat umum, mereka diusir. Kebanyakan dengan cara halus dan santun, tapi ada juga yang diminta pergi dengan bentakan.

Paspampres tidak pandang bulu kecuali yang direstui SBY. Paspampres beralasan prosedur tetap (protap). Selain pejabat atau petinggi, kelengkapan tanda pengenal jurnalis, atau yang terdaftar dalam kepanitiaan kurang mempan.

Jurnalis Sulsel khususnya tidak jarang diseret, ditarik, diusir kala hendak meliput event seremonial dan penyambutan SBY. Apalagi masyarakat yang coba merapat demi menyalami SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×