kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.143
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS668.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kiriman uang TKI 2016 ditargetkan tumbuh 15%

Selasa, 12 Januari 2016 / 17:04 WIB

Kiriman uang TKI 2016 ditargetkan tumbuh 15%

JAKARTA. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2PTKI) menyatakan sepanjang tahun 2015 lalu jumlah pengiriman uang dari TKI di luar negeri ke Tanah Air alias remitansi mencapai US$ 10,5 miliar.

Pada tahun ini, pemerintah menargetkan angka remitansi akan meningkat hingga 15% menjadi US$ 12 miliar.


Nurson Wahid, Kepala BNP2TKI mengatakan, pencapaian remitansi pada tahun 2015 lalu naik signifikan sebesar 25% ketimbang tahun sebelumnya sebesar US$ 8,4 miliar.

Di mana, kontribusi terbesar berasal dari Malaysia, Taiwan, Hongkong, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Amerika Serikat.

"Peningkatan ini utamanya ada kenaikan gaji tenaga kerja di beberapa negara seperti Timur Tengah dan Taiwan, ini positif karena banyak para bos-bos di sana ketakutan pulang ke Indonesia sehingga menaikkan gaji pekerja," kata dia ketika menggelar penandatangan memorandum of understanding (MoU) kerjasama pengembangan dan peningkatan penempatan TK di luar negeri bersama Kementerian Perdagangan, Selasa (12/1).

Menurut Nusron, untuk tahun ini persentase peningkatan remitansi terkesan mengecil karena pencapaian tahun sebelumnya sudah cukup tinggi.

Namun, ia akan tetap yakin peningkatan angkanya akan mencapai sekitar US$ 1,5 miliar hingga US$ 2 miliar.

"Semakin besar angkanya, pertumbuhannya akan flat. Kami targetkan dengan asumsi dengan tidak ada perang di Timur Tengah, remitansi akan naik 10-15%," kata dia.

Selain upaya peningkatan remintasi, pemerintah juga mulai memperhatikan pemanfaatan hasil pengiriman uang tersebut.

Menurut dia, dari total pengiriman devisa tersebut, hanya sekitar 8% yang digunakan keluarga TKI untuk investasi dan berusaha, sedangkan selebihnya merupakan untuk keperluan konsumsi.

Oleh karena itu, pihaknya juga menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan arahan kepada TKI agar bisa memanfaatkan hasil kerja tersebut untuk menggerakkan ekonomi mikro.

"Kami berupaya mengubah pola ini, dengan pelatihan dari OJK sebelum keberangkatan TKI. Kami harap pemberian materi financial planing akan kurangi pola konsumsi selama ini," ujar Nusron.

Reporter: Muhammad Yazid
Editor: Adi Wikanto

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0532 || diagnostic_web = 0.4475

Close [X]
×