kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.675   11,00   0,06%
  • IDX 6.632   -4,31   -0,06%
  • KOMPAS100 866   -0,81   -0,09%
  • LQ45 656   -1,33   -0,20%
  • ISSI 232   1,00   0,44%
  • IDX30 367   -0,87   -0,24%
  • IDXHIDIV20 454   -1,08   -0,24%
  • IDX80 99   0,01   0,01%
  • IDXV30 126   0,66   0,53%
  • IDXQ30 117   -0,40   -0,34%

Khofifah ingin LRT, tapi Menhub sarankan ART yang dibangun di Jawa Timur


Jumat, 17 Januari 2020 / 12:43 WIB
ILUSTRASI. Jalur lintasan kereta ringan atau LRT Jabodebek terlihat dari ketinggian di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (07/01).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah aktif menyambangi berbagai kementerian untuk segera merealisasi Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019.

Peraturan Presiden ini memuat tentang  Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbang Kertasusila), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Baca Juga: Total realisasi pajak wilayah Jawa Timur tahun 2019 mencapai 104,27%

Khofifah pun berharap, pembangunan Light Rail Transit (LRT) menjadi salah satu proyek super prioritas yang dibangun di Gerbang Kertasusila.

Namun, sebaliknya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan agar di kawasan tersebut dibangun Autonomous Rail Rapid Transit (ART).

"LRT kan mahal sekali. Maka kita akan menggunakan ART yaitu kereta berbasis ban, karena kita harapkan ada kombinasi penggunaan elevated dan jalan raya," ujar Budi, Kamis (16/1).

Baca Juga: Jokowi perintahkan Erick Thohir, Ahok, dan Dirut Pertamina tuntaskan kilang TPPI




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×