kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Khofifah ingin LRT, tapi Menhub sarankan ART yang dibangun di Jawa Timur


Jumat, 17 Januari 2020 / 12:43 WIB
ILUSTRASI. Jalur lintasan kereta ringan atau LRT Jabodebek terlihat dari ketinggian di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (07/01).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah aktif menyambangi berbagai kementerian untuk segera merealisasi Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019.

Peraturan Presiden ini memuat tentang  Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbang Kertasusila), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Baca Juga: Total realisasi pajak wilayah Jawa Timur tahun 2019 mencapai 104,27%

Khofifah pun berharap, pembangunan Light Rail Transit (LRT) menjadi salah satu proyek super prioritas yang dibangun di Gerbang Kertasusila.

Namun, sebaliknya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan agar di kawasan tersebut dibangun Autonomous Rail Rapid Transit (ART).

"LRT kan mahal sekali. Maka kita akan menggunakan ART yaitu kereta berbasis ban, karena kita harapkan ada kombinasi penggunaan elevated dan jalan raya," ujar Budi, Kamis (16/1).

Baca Juga: Jokowi perintahkan Erick Thohir, Ahok, dan Dirut Pertamina tuntaskan kilang TPPI




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×