kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.910   0,00   0,00%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Keyakinan Konsumen Turun, Industri Perhotelan Berupaya Mengais Peluang dari Imlek


Jumat, 16 Januari 2026 / 14:00 WIB
Keyakinan Konsumen Turun, Industri Perhotelan Berupaya Mengais Peluang dari Imlek
ILUSTRASI. Hari Libur Imlek 2026 (dok./https://unsplash.com/Vy Tran)


Reporter: Ahmad Febrian, Amalia Nur Fitri | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat,  Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2025 berada di level 123,5. Menyusut tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berada di posisi 124.

Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2025 memberikan sinyal awal mengenai sikap kehati-hatian rumah tanggameskipun level keyakinan secara umum masih bertahan di zona optimistis.

Economic Researcher Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, penurunan IKK pada pengujung tahun lalu tergolong tipis.  Yusuf melihat peluang bagi penguatan IKK secara moderat pada kuartal I-2026, didorong oleh faktor musiman yang secara historis mampu mendongkrak ekspektasi konsumsi dan pendapatan rumah tangga di Indonesia.

“Sub-indeks ketersediaan lapangan kerja dan ekspektasi penghasilan masih terjaga, sehingga menjadi bantalan bagi keyakinan konsumen di awal tahun,” ujar Yusuf kepada KONTAN, Senin (12/1).

IKK bergerak datar pada awal kuartal. Ada peluang membaik saat mendekati puncak belanja Ramadan dan Idul Fitri. Sebelum dua puncak ini ada tahun baru China alias Imlek. 

Baca Juga: IKK Desember 2025 Turun Tipis, Ekonom Ungkap Penyebab Utama Penurunan

Ekonom Senior Bright Institute, Yanuar Rizky  menyoroti adanya tekanan struktural pada daya beli masyarakat yang dinilai belum mereda secara signifikan. Ia menilai, kemampuan membayar masyarakat justru sedang melemah. Kondisi ini tercermin pula dari fenomena shortfall pada penerimaan pajak yang menunjukkan adanya tekanan pada sektor riil.

“Dengan pendapatan konsumen yang masih tertekan, hari raya ke depan pun belum tentu mampu mendorong konsumsi secara signifikan,” ujar Yanuar.

Bagi para pelaku usaha di sektor ritel, kemampuan untuk menjaga harga tetap kompetitif dan terjangkau, memperkuat strategi promosi, serta menyesuaikan portofolio produk dengan kebutuhan esensial masyarakat akan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja di tengah keyakinan konsumen yang belum sepenuhnya pulih.

Namun di kelas atas masih berupaya menawarkan berbagai program untuk menarik konsumen. Seperti 
 The Ritz-Carlton, Bali menawarkan sejumlah paket Imlek. Ada paket malkan malam mulai 16 Februari 2026, dengan harga sekitar 1 juta per orang.

Ada juga  pake Afternoon Tea. Paket ini tersedia pada 15–20 Februari 2026, dengan harga Rp 1,1 juta untuk dua orang. "Tim kuliner kami berupaya melestarikan tradisi Imlek sekaligus menyajikan kekayaan cita rasa Asia,"  ujar Go Kondo, General Manager, The Ritz-Carlton, Bali.

Layak ditunggu, apakah beragam program tersebut mampu menarik minat konsumen kelas atas. Atau justru kelas atas ini turut mengerem belanja mereka. 

Selanjutnya: Rupiah Dalam Tren Melemah Pekan Ini, Simak Proyeksinya untuk Pekan Depan

Menarik Dibaca: Promo JSM Hypermart Periode 16-19 Januari 2026, Aice Mochi Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×