kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ketua MPR setuju adanya lokalisasi prostitusi


Senin, 06 Januari 2014 / 14:43 WIB
Ketua MPR setuju adanya lokalisasi prostitusi
ILUSTRASI. Reklamasi lahan tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di area Sorowako-Petea, Sulawesi Selatan, Rabu (3/8/2022).


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua MPR Sidarto Danusubroto sepakat adanya wacana untuk melokalisir tempat prostitusi di DKI Jakarta.

Alasannya, legalisasi terhadap praktik prostitusi sulit untuk diwujudkan. Jalan satu-satunya yang bisa dilakukan hanyalah menyediakan tempat lokalisasi.

Politisi senior PDI Perjuangan itu memaklumi bahwa praktik prostistusi sangat sulit untuk dihilangkan.

"Menekan bisa, tapi menghilangkan sama sekali tidak mudah. Meminimalisir itu memang perlu, tapi tidak mudah. Kalau saudara-saudara ke Bangkok, Hong Kong, ke manapun pojok dunia, ke Belanda apalagi ya. Tempat prostitusi di sana kadang-kadang mencolok, tapi kita tidak harus meniru mereka ya," kata Sidarto di Kompleks Parlemen, Senin (6/1/2014).

Agar tak salah paham, Sidarto menjelaskan pemahaman antara lokalisasi dan legalisasi.

"Melokalisir itu bukan berarti melegalisir ya? Masalah asusila tidak bisa dilegalisasir. Kalau lokalisir itu lebih aman daripada melegalisir, itu lain," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) kembali mewacanakan akan melokalisir tempat prostitusi, sebab, menurutnya, praktik itu sulit dihindarkan di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×