CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Ketua DPD PAN ikut laporkan Raihan ke polisi


Rabu, 06 Maret 2013 / 11:42 WIB
ILUSTRASI. Xiaomi Pad 5


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Mojokerto, Jawa Timur Diaz Roychan ikut melaporkan pengelola Raihan Jewellery ke Polda Jatim. Menurut dia, laporan tersebut ia sampaikan pada Selasa Sore (5/3).

Mantan juru bicara Lapindo Brantas ini adalah salah satu nasabah Raihan. Pada bulan Desember 2012, lewat ajakan temannya ia ikut dalam program investasi di Raihan. Ia lantas dikenalkan dengan Maxsie Sarjuanda yang merayunya membiakkan dana di Raihan Jewellery. Maksie adalah salah satu pengelola Raihan Jewellery Surabaya, yang juga keponakan Muhammad Azhari, pemilik Raihan Jewellery.

Kala itu, ia memilih skema fisik dan membeli satu kilogram emas seharga Rp 705 juta. "Harganya Rp 705.000 per gram," ujarnya.

Sementara kontrak yang diikutinya selama 6 bulan dengan iming-iming cashback 2,5% per bulan dari total investasinya itu. Naas bagi Diaz dan investor Raihan yang lain, per 3 Januari cashback dihentikan dan janji untuk membeli kembali emas yang ada di tangan nasabah diingkari. Dus, ia pun melaporkan pengelola Raihan Jewellery atas dugaan penipuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×