kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.931   31,00   0,17%
  • IDX 6.307   -32,90   -0,52%
  • KOMPAS100 832   -7,12   -0,85%
  • LQ45 630   -6,31   -0,99%
  • ISSI 217   -0,96   -0,44%
  • IDX30 355   -3,23   -0,90%
  • IDXHIDIV20 440   -3,53   -0,80%
  • IDX80 95   -0,90   -0,94%
  • IDXV30 118   -0,55   -0,46%
  • IDXQ30 114   -1,04   -0,91%

Ketua Banggar Salurkan Dana Reses untuk Bedah Rumah Warga Miskin di Talango


Rabu, 22 Juli 2026 / 11:49 WIB
Ketua Banggar Salurkan Dana Reses untuk Bedah Rumah Warga Miskin di Talango
ILUSTRASI. Ketua Badan Anggaran (Banggar) Said Abdullah (KONTAN/Shifa Fadilla)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) XI Jawa Timur sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) Said Abdullah, menyalurkan dana reses untuk membantu perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura. 

Program tersebut difokuskan kepada masyarakat miskin sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.

Said mengatakan rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat selain pangan dan sandang. 

Baca Juga: Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas Lagi, Purbaya Tunggu Strategi Baru BGN

Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga dapat memenuhi kebutuhan dasar tersebut secara layak.

"Pangan, sandang, dan papan (rumah) merupakan kebutuhan dasar kita semua. Ketiganya menjadi indikator dasar seseorang dikategorikan miskin atau tidak miskin. Negara memiliki tanggungjawab untuk menyejahterakan rakyatnya, agar rakyatnya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak," ujar Said dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Ia menilai persoalan perumahan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Selain backlog perumahan yang masih tinggi, jutaan rumah tangga juga masih menempati rumah yang tidak layak huni akibat keterbatasan ekonomi.

Said menyebut backlog perumahan nasional saat ini mencapai sekitar 15 juta unit. Sementara itu, jumlah rumah tidak layak huni secara nasional mencapai 43,3 juta rumah tangga.

Kondisi tersebut, lanjutnya, juga masih menjadi persoalan di Madura. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat rumah layak huni di wilayah tersebut baru mencapai sekitar 71%, sehingga masih terdapat sekitar 29%rumah warga yang belum memenuhi standar kelayakan. 

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang telah mencapai sekitar 80% rumah layak huni.

Berangkat dari kondisi itu, Said memutuskan mengalokasikan seluruh dana reses pada masa sidang kali ini untuk membantu warga memperbaiki rumah mereka.

"Oleh sebab itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka," katanya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Rabu (22/7/2026) di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep. Program renovasi rumah tersebut menyasar warga di lima desa yang tersebar di Kecamatan Talango.

Said menjelaskan bantuan diberikan kepada warga yang tinggal di 19 dusun, yakni Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola'an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

Ia menambahkan, penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat pada desil 1 hingga desil 3, yakni kategori sangat miskin, miskin, dan hampir miskin berdasarkan data pemerintah. 

Selain itu, tim di lapangan juga melakukan verifikasi terhadap kondisi fisik rumah sebelum bantuan disalurkan.

Setelah bantuan tunai diterima warga, tim yang diterjunkan Said juga akan melakukan pemantauan untuk memastikan proses renovasi rumah berjalan sesuai tujuan program dan bantuan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Bapanas Minta Pemda Perbarui Neraca Pangan Tiap Bulan untuk Kendalikan Inflasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×