kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Ketua Banggar Minta Pemerintah Tekan Defisit APBN 2022 Hingga 3,5%


Jumat, 01 Juli 2022 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ketua Banggar Minta Pemerintah Tekan Defisit APBN 2022 Hingga 3,5%.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ketua Badan Anggaran Said Abdullah meminta pemerintah untuk menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 hingga 3,5% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Adapun, dalam APBN 2022 outlook defisit diperkirakan sebesar 3,92%. Sementara itu, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98/2022 defisit dipatok sebesar 4,5% dari PDB, turun dari APBN 2022 sebelumnya yang ditetapkan sebesar 4,85% PDB.

“Defisit yang diperkirakan 3,92%, saya yakin di Desember akan sebesar 3,5%,” tutur Said saat melakukan rapat kerja  Bersama Pemerintah, Jumat (1/7).

Baca Juga: Surplus APBN Capai Rp 73,6 Triliun di Semester I 2022

Selain itu, Said juga berharap kinerja pendapatan negara khususnya perpajakan, cukai dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) akan menujukan kinerja yang cemerlang di tahun ini.

“Meskipun kita memperoleh windfall profit di sejumlah komoditas seperti Crude Palm Oil (CPO) dan batubara, karena tingginya harga komoditas energi di pasar dunia, namun kerja keras di sektor perpajakan, cukai dan bagi hasil sumber daya alam kita akan terus  ditingkatkan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×