kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ketegangan RI-Papua New Guinea berakhir


Senin, 09 Januari 2012 / 16:49 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi. Arkeolog Tukri temukan harta karun dari Romawi kuno, ini wujudnya. Foto Dok Shutterstock


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Pemerintah Indonesia memastikan ketegangan antara Indonesia-Papua New Guinea telah selesai. Sebelumnya, hubungan kedua negara merenggang setelah insiden penghadangan pesawat yang ditumpangi Wakil Perdana Menteri Papua New Guinea, Belden Namah oleh pesawat Sukhoi TNI-AU pada 29 November 2011.

"Sudah ada pernyataan resmi dari pemerintahan Papua New Guinea. Intinya bisa menerima penjelasan, informasi dari pihak pemerintahan Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Istana, Senin (9/1).

Lebih lanjut, Marty menjelaskan insiden tersebut lantaran masalah teknis yang berhubungan dengan izin flight clearance. "Mereka memahami dan ke depan tidak ada lagi ada permasalahan kedua negara," ujarnya.

Sebelumnya pemerintah Papua New Guinea melayang protes setelah aksi pencegatan terhadap pesawat Papua Nugini yang ditumpangi Wakil Perdana Menteri Papua New Guinea, Belden Namah, pada 29 November 2011. Dalam siaran medianya, Perdana Menteri Peter O'Neill mengklarifikasi kalau pesawat Falcon itu merupakan pesawat sewa dan tidak dalam misi kenegaraan.

Sementara itu , TNI -AU berpendapat pencegatan itu dilakukan karena diketahui pesawat Falcon itu tidak mengantongi salah satu dari tiga izin terbang yang dipersyaratkan. Namun, aksi ini baru mencuat setelah Duta Besar Papua untuk Indonesia mendatangi Kemenlu pada Jumat (6/1). Peristiwa di udara itu hanya berlangsung sekitar 37 menit. Prosedurnya pun dilakukan sesuai standar pengamanan wilayah udara Indonesia, demikian pernyataan TNI-AU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×